Duga Ada Laporan Palsu, Jeremy Thomas Akan Ambil Langkah Hukum

Kompas.com - 12/08/2017, 15:54 WIB
Jeremy Thomas saat menggelar jumpa pers menanggapi penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan pengalihan aset di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJeremy Thomas saat menggelar jumpa pers menanggapi penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan pengalihan aset di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Jeremy Thomas mempertimbangkan untuk melaporkan balik Alexander Patrick Morris, warga negara asing yang bersengketa dengannya perihal pengalihan aset berupa vila di Bali.

Pasalnya, ia menduga adanya laporan palsu dalam penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan yang ditangani Polda Bali sejak 2014 lalu.

Ini ia sampaikan lewat kuasa hukumnya, Amin Zakaria, dalam jumpa pers di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

"Kami mau melaporkan balik, dugaan laporan palsu," ujar Amin.

Ia merujuk pada Surat Ketetapan Nomor S.Tap/69.B/VIII/2016/Ditreskrimum tentang penghentian penyidikan atas laporan Morris kepada Jeremy pada 2015 lalu karena bukan tindak pidana. Surat itu dikeluarkan oleh Polda Bali tertanggal 12 Agustus 2016.

Serta menurut Amin, Biro Wassidik Bareskrim Mabes Polri juga telah menggelar bahwa tidak ada dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut.

[Baca juga: Jadi Tersangka, Jeremy Thomas Bantah Lakukan Penipuan]

 

Namun, pihaknya tak mau gegabah dan memilih meneliti berkas laporan terhadap Jeremy itu terlebih dulu.

"Karena yang menjadi alat bukti kami itu fakta kalau nanti kami melihat laporan itu ada unsur pemalsuan, kami akan melaporkan balik," ujar Amin.

"Jadi kami nanti akan melihat dalam bentuk seperti apa sih dia (Morris) membuat laporan kepada kepolisian? Apakah isinya itu sesuai dengan fakta atau tidak? Kalau di situ ternyata tidak sesuai dengan fakta, kami akan membuat satu laporan balik, dugaan laporan palsu," sambungnya.

Namun satu hal yang membingungkan bagi pihaknya adalah selain telah divonis empat tahun penjara karena terbukti menipu, Morris juga sudah dideportasi ke negara asalnya, Australia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X