Ridho Rhoma Pernah Ingin Pindah Negara karena Malu Terjerat Narkoba

Kompas.com - 22/08/2017, 22:07 WIB
Penyanyi dangdut Ridho Rhoma saat hadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (8/8/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungPenyanyi dangdut Ridho Rhoma saat hadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (8/8/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dangdut Ridho Rhoma pernah ingin pindah ke negara lain lantaran tak kuat menanggung malu atas kasus narkoba yang menjeratnya.

Hal ini diungkapkan oleh manajer Ridho, Tanti, usai sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (22/8/2017).

"Dia sampai pengin pindah negara malahan. Iya dia merasa malu. Dia kan orangnya juga sebenarnya sifatnya pemalu," ucap Tanti.

Keinginan Ridho itu langsung ditolak oleh sang manajer. Tanti menjelaskan kepada putra Raja Dangdut Rhoma Irama itu agar berani menghadapi masalahnya.

"Terus aku bilang enggak ada lah, semua orang pernah melakukan kesalahan. Tuhan juga maha pengampun. Jadi enggak akan pernah kamu bisa ini asal kamu bangkit dan percaya diri," ujar Tanti menceritakan perbincangannya dengan Ridho.

"Saya bilang ya kamu juga harus berjanji kalau enggak mau lakukan itu lagi. Seandainya nanti kamu diberikan berkah, kamu pakai itu untuk menggunakan yang lebih baik, enggak dipakai untuk hal-hal yang enggak bener," tambahnya.

Ridho ditangkap di sebuah hotel di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, atas kepemilikan dan konsumsi narkotika jenis sabu, Sabtu (25/3/2017) dini hari. Ia diketahui mengonsumsi narkoba selama dua tahun terakhir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X