Resah, Ernest Prakasa Bikin Susah Sinyal - Kompas.com

Resah, Ernest Prakasa Bikin Susah Sinyal

Kompas.com - 05/09/2017, 21:58 WIB
Konferensi pers film Susah Sinyal di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Konferensi pers film Susah Sinyal di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komika Ernest Prakasa mengatakan film terbarunya, Susah Sinyal, berangkat dari keresahannya sebagai orangtua yang kadang sibuk bekerja dan jarang bertemu anak.

"Latar belakang awalnya waktu lagi roadshow CTS (Cek Toko Sebelah) hampir tiga minggu nobar, roadshow nonstop sampai udah kangen anak parah," ujar Ernest usai konferensi pers film Susah Sinyal di Comic Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

"Akhirnya punya ide cerita soal keresahan gue sebagai orangtua yang sibuk dan kadang enggak punya waktu untuk anak. Berangkatnya dari situ," ujarnya lagi.

Sebagai informasi, film Susah Sinyal yang disutradarai sekaligus dibintangi Ernet bercerita tentang Ellen (Adinia Wirasti), seorang pengacara sekaligus orangtua tunggal dari putrinya yang beranjak remaja, Kiara (Aurora Robero).

Keduanya sibuk dengan dunia mereka masing-masing sampai lupa berkomunikasi. Kiara lebih banyak diasuh oleh neneknya, Agatha (Niniek L Karim).

"Jadi bikin cerita tentang orangtua urban yang punya karier yang baik yang mengutamakan kariernya gitu. Jadi anak ini yang biasa diurus sama omanya tapi omanya meninggal, mau enggak mau Ellen harus terjun untuk mengurus anaknya dan konflik pun timbul," ucap Ernest.

[Baca juga: Susah Sinyal Bikin Ernest Prakasa Harus Berjuang Keras]

 

Puncaknya adalah saat Ellen dan Kiara berlibur ke Sumba Timur di mana ternyata sinyal telepon sangat susah.

"Sebenarnya yang pengin dikasih tahu itu selain realitanya di sana susah sinyal, tapi ada double meaning. Ibu dan anak ini, mereka yang jarang berkomunikasi tapi mereka berani ke sana dan mau enggak mau harus berkomunikasi," ucap Ernest.

Mengapa Ernest yang sebelumnya telah menyutradarai dua film ini memilih Sumba Timur?

"Karena bulan Februari ke sana dan ngeliat Sumba dan terpesona sama keindahannya. Sumba ini cukup unik, punya kontur alam yang oke. Savananya unik dan sejauh mata memandang tuh savana, perbukitan dan kayak bukit teletubbies lah kira-kira jadi dramatis banget. Aku lihatnya yang 'wow ini harus bisa jadi sesuatu di film'," ujar Ernest.

[Baca juga: Penghargaan Skenario Terbaik Kedua bagi Ernest Prakasa]

 

Selain Adinia Wirasti dan Niniek L Karim, deretan aktor yang terlibat dalam film ini adalah Gading Marten, Darius Sinathrya, Slamet Rahardjo, Arie Kriting, Refal Hady, dan lainnya.

Film yang disutradarai oleh Ernest Prakasa ini baru akan memulai shooting di Jakarta dan Sumba Timur pada 7 September 2017 mendatang.

[Baca juga:  Jadi Co Produser Ernest Prakarsa Belajar Menahan Diri]


EditorBestari Kumala Dewi

Close Ads X