Livi Zheng Kini Lebih Leluasa Bikin Film di Amerika

Kompas.com - 06/09/2017, 12:48 WIB
Sutradara film Hollywood, AS, dari Indonesia Livi Zheng, saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Ia tengah memproduksi film dokumenter berjudul Bali Beats of Paradise yang bercerita tentang maestro gamelan Bali, I Nyoman Wenten. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOSutradara film Hollywood, AS, dari Indonesia Livi Zheng, saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Ia tengah memproduksi film dokumenter berjudul Bali Beats of Paradise yang bercerita tentang maestro gamelan Bali, I Nyoman Wenten.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara muda dari Indonesia, Livi Zheng, merasa lebih leluasa memproduksi film di Amerika Serikat. Pasalnya, ia sudah mengganti visanya menjadi visa seniman atau entertainer.

Sebagai informasi, Livi menetap di Amerika sebagai pelajar sejak ia berusia 18 tahun. Di sana Livi menempuh pendidikan di bidang ekonomi dan baru saja menyelesaikan studi S2-nya di Sekolah Seni Sinematik di Universitas California Selatan.

"Kemarin ganti visa seniman. Udah dapet, lebih fleksibel sih (bikin proyek film). Jadi visa ini tuh kayak bisa multiple project gitu," ucap Livi saat berbincang di redaksi Kompas.com, Palmeran Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).

Ia juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Directors Guild of America (DGA), Producers Guild of America, serta lembaga pertelevisian di sana.

[Baca: Livi Zheng Tambahkan Gamelan Bali dalam Film Laga Terbarunya]

Sutradara film Hollywood, AS, dari Indonesia Livi Zheng, saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Ia tengah memproduksi film dokumenter berjudul Bali Beats of Paradise yang bercerita tentang maestro gamelan Bali, I Nyoman Wenten.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Sutradara film Hollywood, AS, dari Indonesia Livi Zheng, saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Ia tengah memproduksi film dokumenter berjudul Bali Beats of Paradise yang bercerita tentang maestro gamelan Bali, I Nyoman Wenten.

"Jadi udah lebih gampanglah. Sekarang udah lebih enak," ucap perempuan asal Blitar, Jawa Timur itu.

Namun, tak mudah untuk mendapatkan visa seniman tersebut. Livi harus memenuhi beragam persyaratan baru dapat menggengam visanya

"Ada 594 halaman application. Minta referensi dan letter dari union Directors Guild of America (DGA), Producers Guild of America," ucap Livi.

Dalam ratusan halaman itu ia harus menyertakan rangkuman karya-karya film yang sudah pernah dibuat. Juga beberapa artikel terpecaya yang pernah memberitakan karyanya.

[Baca: Livi Zheng Ungkap Perbedaan Industri Film Indonesia dan Hollywood]

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X