Slank Akan Bawakan Lagu dari Tujuh Albumnya di Synchronize Fest

Kompas.com - 20/09/2017, 23:25 WIB
Slank nonton bareng film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody di XXI Plaza Senayan, Kamis (20/7/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANSlank nonton bareng film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody di XXI Plaza Senayan, Kamis (20/7/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com – Grup band Slank akan menjadi salah satu penampil dalam acara Synchronize Fest 2017 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Utara, pada Minggu (8/10/2017).

Yang menarik, Slank tidak akan membawakan lagu-lagu di album terbaru mereka. Mereka malahan diminta untuk mempersembahkan lagu-lagu lawas dari tujuh album pertama yang mereka miliki.

Ada album Suit Suit… Hehehe (Gadis Sexy) (1990), Kampungan (1991), Piss (1993), Generasi Biru (1994), Minoritas (1996), Lagi Sedih (1997), Tujuh (1998).

Saat dijumpai wartawan di Beer Garden, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (20/9/2017), Program Director Kiki Ucup mengatakan, bahwa tak susah merayu Slank untuk membawakan lagu-lagu dari album lama.

“Kebetulan tahun ini adalah tahun ke-20nya album Tujuh, jadi gue bilang ya bikin konsep yang berbeda di tahun ini dengan mengapresiasi album Tujuh adalah dengan membawakan hanya album satu sampai album tujuh. Biar orang bernostalgia,” jelas Ucup.

“Ya lobbying-nya untungnya enggak terlalu sulit ya, ngobrol sama Slanknya,” tegasnya.

[Baca juga: Musik Blues Satukan Glenn Fredly dan Slank]

Ucup menampik bahwa Slank menawar harga lebih tinggi, lantaran mereka sudah jarang membawakan lagu-lagu lawas mereka dalam acara-acara musik.

“Enggak sih, konsepnya sama. Untuk harga ya standar harga mereka, cuma tinggal masalah kami nawarin konsep kami ke mereka. Dan mereka mau dengan itu, jadi enggak ada masalah,” ujar Ucup.

Ucup menambahkan bahwa ia tidak ingin membocorkan apakah gitaris Slank, yakni Abdee Negara akan ikut tampil bersama bandnya atau tidak.

“Baru tahu hari H. Kami udah tahu sih, tapi hari H aja,” pungkas Ucup.

[Baca juga: Konser Wonderful Indonesia di Atambua, Slank Ajak Timor Leste Datang]

Nantinya, Slank akan tampil selama 90 menit di Dyanamic Stage, pukul 23.00 WIB.

Selain Slank, para penampil lain yang tak boleh Anda lewatkan adalah Kimokal, Mocca, Maliq & D’Essentials, The Groove, Bottlesmoker, Ramayana Soul, Scaller, Fourtwnty, Koil, The Upstairs, Tenholes, Diskopantera, DOM 65, Sisitipsi, dan masih banyak lagi.

[Baca juga: Slank Pengaruhi Cara Berpikir Glenn Fredly]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X