Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Akhirnya Pulang Kampung

Kompas.com - 25/09/2017, 17:54 WIB
Peluncuran poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGPeluncuran poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah pemutaran perdana di Cannes Film Festival 2017 pada Mei lalu dan berkeliling dari festival film ke festival, film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak siap pulang kampung.

Produser film tersebut, Rama Adi, mengungkapkan bahwa layar lebar arahan sutradara Mouly Surya ini akan tayang di bioskop Tanah Air pada November 2017.

"Insya Allah film ini akan rilis nasional di Indonesia 16 November 2017," kata Rama dalam peluncuran poster film Marlina di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore.

Ia mengatakan bahwa film yang dibintangi oleh Marsha Timothy dan Egi Fedly itu mendapat sambutan hangat saat tayang di Cannes maupun Toronto International Film Festival 2017.

Bahkan setelah itu, Marlina mendapat kesempatan untuk didistribusikan ke 18 teritori di Amerika, Eropa, dan Asia.

"Harapan kami ketika Marlina diputar di negaranya, penonton Indonesia punya semangat yang sama seperti penonton negara-negara lain," ujar Rama.

Sang sutradara, Mouly Surya, mengaku tak sabar filmnya untuk kali pertama bakal diputar di rumah sendiri.

"Marlina akan pulang ke rumah, saya senang sekali karena bagaimana pun seindah-indahnya luar negeri tetep rumah sendiri lebih nyaman," kata Mouly sambil tertawa kecil.

Begitu pun dengan si bintang utama, Marsha, yang berharap Marlina bisa diterima dengan baik oleh penonton Indonesia.

"Yang sangat kami semua nantikan adalah Marlina bisa tayang di Indonesia sebentar lagi. Itu sangat kami tunggu banget. Harapannya semoga bisa diterima dan bisa menghibur. Banyak yang mikir ini filmnya ngerinya banget padahal ini drama banget, cuma ada pembunuhan aja," ucap Marsha.

[Baca juga: Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dipuji di Toronto ]

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang seorang janda asal Sumba bernama Marlina (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang menyatroni rumahnya.

[Baca juga: Marlina the Murderer in Four Acts Akan Diputar TIFF 2017 ]

Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi. Proyek ini merupakan hasil kerjasama Cinesurya dengan Kaninga Pictures, Sasha & Co. Production (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), Hooq Originals (Singapura), dan Purin Pictures (Thailand).

[Baca juga: Ribuan Orang Tonton Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di Cannes ]

Marlina mendapatkan dukungan dari dua kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Perancis lewat Cinemas du Monde dan pusat sinema CNC, Institut Francais.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X