Belum Tayang di Bioskop, Film Posesif Masuk Nominasi FFI 2017

Kompas.com - 06/10/2017, 09:09 WIB
Riri Riza saat menjelaskan tentang penjurian FFI 2017 di restoran Sofia at Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRiri Riza saat menjelaskan tentang penjurian FFI 2017 di restoran Sofia at Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) malam.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Film Posesif baru akan tayang pada 26 Oktober 2017 mendatang. Namun karya sutradara Edwin itu bisa mendapatkan 10 nominasi dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Sebagai informasi berdasarkan pedoman penjurian FFI tahun ini, film yang diseleksi adalah yang tayang dari Oktober 2016 hingga September 2017.

Ditemui usai pengumuman daftar nominasi FFI di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017) malam, Ketua Penjurian FFI 2017 sutradara Riri Riza pun menjelaskan alasannya.

Riri mengatakan film Posesif sudah pernah diputar pada akhir September lalu.

"Ada sekitar empat pemutaran publik yang dilakukan Posesif selama September dan juga antara lain dihadiri oleh anggota asosiasi profesi," kata Riri.

"Jadi asosiasi profesi yang secara rata menominasikan Posesif. Karena itulah Posesif bisa masuk ke dalam nominasi," sambungnya.

Pada 22 hingga 24 September 2017 lalu, film Posesif yang dibintangi Adipati Dolken dan pemain pendatang baru Putri Mirano sudah diputar di tiga bioskop mikro.

Lokasinya berada di area Jakarta dan Tangerang Selatan, yakni di Kinosaurus, Kineforum, Cine Space.

"Ada beberapa produser film yang mengupayakan mengorganisasikan sebuah pemutaran khusus, pemutaran yang dibuka untuk umum sebenarnya karena filmnya sudah lulus sensor. Jadi tidak hanya dilakukan di bioskop, jadi mereka memutarnya di komunitas-komunitas dan itu yang dilakukan oleh Posesif," kata Riri.

[Baca juga: Simak Daftar Lengkap Nominasi FFI 2017 ]

Menurut dia, dinamika itu terjadi karena syarat waktu pemutaran film dari Oktober 2016 sampai September 2017 itu baru diterapkan tahun ini.

Riri mengatakan, yang terpenting selama sesuai aturan, maka film Posesif bisa masuk dalam nominasi.

[Baca juga: Pengabdi Setan dan Kartini Dapat Nominasi Terbanyak dalam FFI 2017 ]

"Yang punya kuasa memilih film adalah asosiasi. Jadi ketika pembuat film mengadakan pemutaran yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh pedoman FFI kemudian asosiasi memilih ya itu sudah terjadi dan itu masuk," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X