25 Musisi Akan Beraksi di Hari Pertama Synchronize Fest 2017

Kompas.com - 06/10/2017, 10:11 WIB
MALIQ & DEssentials merilis album Senandung Senandika dalam acara musik spesial bertajuk Traxkustik Pop Hari Ini Edisi Senandung Senandika yang diselenggarakan 101.4 Trax FM di Summarecon Mal Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (21/5/2017). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAMALIQ & DEssentials merilis album Senandung Senandika dalam acara musik spesial bertajuk Traxkustik Pop Hari Ini Edisi Senandung Senandika yang diselenggarakan 101.4 Trax FM di Summarecon Mal Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (21/5/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran perdana Synchronize Festival akan dimulai pada Jumat (6/10/2017) ini di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Festival musik ini akan berlangsung sampai Minggu (8/10/2017).

Jumat ini, 25 band dan penyanyi akan tampil di lima panggung berbeda pada festival yang mengusung aliran musik multi-genre itu sejak pukul 18.30 WIB. Total penampil selama tiga hari gelaran ada setidaknya 102 band dan penyanyi.

Di panggung Dynamic Stage akan ada lima penampil. Mereka adalah Keroncong Tugu Cafrinho, Navicula, Tulus, Barasuara, dan D'Essentials of Groove. Sedangkan The Sigit, Rocket Rockers, Revenge The Fate, HiVi, dan Tipe-X akan meramaikan panggung Lake Stage.

Sedangkan, di panggung Forest Stage yang berkonsep kehijauan dengan elemen-elemen hutan,akan menampilkan lima band pula. Mereka adalah Don Lego, Beside, Shadow Puppets Meets & Bob Tutupoly, Morfem, dan Superman is Dead. District Stage akan menampilkan Voice of Baceprot, Kimokal, Mocca, Dialog Dini Hari, dan Efek Rumah Kaca.

[Baca juga: Mari Berpesta Musik di Synchronize Fest 2017]

Kemudian Gigs Stage akan menampilkan band-band seperti Bootlesmoker, Adrian Yunan, Ramayana Soul, Piston, dan Oomleo Berkaraoke.

Synchronize Festival merupakan sebuah festival musik multi-genre berskala nasional yang dihelat setiap tahun. Sebut saja musik pop, R&B, rock & roll, blues, folk, jazz, punk, heavy metal, hiphop, reggae, hingga dangdut.

Tak hanya masa kini, aliran musik yang disajikan pada festival itu ada berbagai dekade sejak 1970-an, 1980-an, 1990-an, hingga 2000-an.

Tak hanya soal unsur musik saja, individu dan kelompok kreator grafitti dan mural juga dilibatkan. Mereka adalah komunitas Gardu House, Marishka Soekarna, Ahmad Muarif, dan Ahmad Djali Rizzali.

[Baca juga: KPR Sebut Synchronize 2017 seperti Festival Gado-gado Musik]

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X