Payung Teduh hingga Slank Ramaikan Synchronize Fest Malam Ini

Kompas.com - 08/10/2017, 10:40 WIB
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo datang ke Syncronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/10/2017). Festival musik yang berlangsung sela tiga hari hingga Minggu (8/10/2017) tersebut menampilkan beberapa musisi di antaranya ada Bangkutaman, Jason Ranti, Adhitya Sofyan, Float, Pee Wee Gaskin, Indische Party, dan Hello Dangdut. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPresiden Republik Indonesia, Joko Widodo datang ke Syncronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/10/2017). Festival musik yang berlangsung sela tiga hari hingga Minggu (8/10/2017) tersebut menampilkan beberapa musisi di antaranya ada Bangkutaman, Jason Ranti, Adhitya Sofyan, Float, Pee Wee Gaskin, Indische Party, dan Hello Dangdut.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertunjukan musik lintas genre Synchronize Festival 2017 memasuki hari terakhir pada Minggu (8/10/2017).

Diselenggarakan di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, musisi Indra Lesmana Keytar Trio akan membuka penampilan hari ketiga di panggung Lake Stage sejak pukul 14.15 WIB.

Indra berbarengan dengan penyanyi Mondo Gascaro di panggung berbeda, yakni District Stage. Diikuti dengan penampilan Sisitipsi, Danilla, Endah N Rhesa, Silampukau, Base Jam Reunion, dan Stars & Rabbit.

Sedangkan di panggung Indra ada pula Monkey To Millionaire, Clubeighties, The Trees and The Wild, Koil, The Upstairs, Seringai, dan Glenn Fredly.

Di area panggung yang bernuansa kehijauan nan rindang, para penampil seperti Taokombo, Tuslah bersama Benny Mustaga, Jeruji, Agrikulture, Marjinal, The Brandals, dan Kelompok Penerbang Roket akan menghentak dengan musik rock.

[Baca juga: Gaya Jokowi Saat Tonton Shaggydog di Synchronize Fest 2017]

Dynamic Stage dihuni oleh band-band dengan nuansa syahdu seperti Besok Bubar, Yougster City Rockers, Kahitna, Payung Teduh, Naif, KLa Project, dan Slank.

Jika empat panggung bernuansa terbuka, Gigs Stage menawarkan nuansa ala kafe di ruang tertutup.

[Baca juga: Ebiet G Ade Shock Ditonton Jokowi di Synchronize Fest 2017]

Mereka adalah The Sidhartas, The Sabotage, Prison of Blues, Teenage Death Star, Tenholes, Dom 65, Straight Answer, Goodnight Elektric, dan Diskopantera.

Bagi Anda yang tak mau melewatkan festival ini, masih ada tiket early entry (masuk sebelum pukul 15.00 WIB) seharga Rp 135.000. Lalu tiket terusan reguler seharga Rp 345.000 dan tiket harian reguler Rp 190.000 yang masih bisa Anda dapatkan.

[Baca juga: Hanya di Synchronize Fest 2017, Andy /rif Tanggalkan Rock demi Dangdut]




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X