"Kutunggu Kabarmu" Bawa Perubahan Warna Musik Maudy Ayunda

Kompas.com - 14/10/2017, 16:04 WIB
Maudy Ayunda berpose sesudah sesi wawancara khusus dalam jumpa pers film animasi terbaru Walt Disney, Moana, di Marina Bay Sand Convention Center, Singapura, Selasa (8/11/2016). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAMaudy Ayunda berpose sesudah sesi wawancara khusus dalam jumpa pers film animasi terbaru Walt Disney, Moana, di Marina Bay Sand Convention Center, Singapura, Selasa (8/11/2016).
|
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah merilis album Panggil Aku… (2011) dan Moments (2015), kini penyanyi Maudy Ayunda siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul "Kutunggu Kabarmu".

Single yang dicipta oleh Maudy Ayunda bersama musisi Ifa Fachir ini berbeda dari karya sebelumnya. Pada lagu ini, musik Maudy terdengar lebih urban dengan sentuhan musik tropical yang upbeat.

Dalam siaran pers Sabtu (14/10/2017) dijelaskan bahwa lagu yang menjadi pembuka untuk album ketiga Maudy ini tidak dipilih sembarangan. Melalui proses hearing yang dilakukan bersama beberapa music director dari radio-radio di Jakarta dan Bandung, lagu "Kutunggu Kabarmu" berhasil mendapatkan rekomendasi terpopuler.

Banyak dari mereka menyatakan bahwa single ini cocok untuk menggambarkan transformasi musik perempuan bernama lahir Ayunda Faza Maudya itu, dari yang biasa membawakan lagu ballad menjadi lagu-lagu pop yang upbeat.

Dalam lagu ini, Maudy ingin menampilkan situasi hubungan yang membingungkan.

[Baca juga: 8 Fakta Kekasih Maudy Ayunda]

"Aku pengin nulis lagu yang menggambarkan situasi sebuah hubungan yang dua-duanya habis berantem dan keduanya lagi enggak ngomong. Dan keduanya bahkan udah lupa alasan mereka berantem. Namun, keduanya sama-sama gengsi untuk saling ngabarin. Menurut aku sih, dalam hubungan, ini fase yang lagi lucu-lucunya, dua-duanya sama-sama tarik ulur dalam hubungan," kata Maudy.

Lewat single ini, Maudy ingin memperlihatkan sisi yang light dan fun saat menunggu.

"Menceritakan tentang perasaan menunggu tidak selalu bernuansa mellow. Dalam lagu ini akan ada sedikit sentuhan urban di musiknya. Sedikit nuansa electronik yang fun namun tetap ada alunan gitar akustik yang ringan," tambah penyanyi yang juga lulusan P.P.E dari Universitas Oxford ini.

Untuk proses kreatif pembuatan lagu ini sendiri terbilang cukup cepat.

"Proses pembuatan lagu ini sangat cepat. Hanya butuh 3-4 jam untuk mereka (Maudy dan Ifa) membuat lagu dan lanjut proses rekaman. Dan materi di lagu ini juga sangat ringan dan bisa relate ke banyak orang," ungkap Mhala, selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X