Taika Waititi Tertekan Garap Film Thor: Ragnarok

Kompas.com - 16/10/2017, 13:53 WIB
Sutradara Taika Waititi menghadiri presentasi film keluaran Marvel Studios, Thor: Ragnarok, pada acara Comic-Con International 2017 di San Diego Convention Center, San Diego, California, pada 22 Juli 2017. Alberto E. Rodriguez/Getty Images for Disney/AFPSutradara Taika Waititi menghadiri presentasi film keluaran Marvel Studios, Thor: Ragnarok, pada acara Comic-Con International 2017 di San Diego Convention Center, San Diego, California, pada 22 Juli 2017.
|
EditorKistyarini

SYDNEY, KOMPAS.com -- Sutradara Taika Waititi mengaku merasa sedikit tekanan saat mendapat tugas mengarahkan seri ketiga Thor yang berjudul Thor: Ragnarok.

Pasalnya, Thor: Ragnarok merupakan film berbiaya besar pertamanya. Selain itu ia juga  harus melanjutkan kisah yang sudah ada.

Diketahui, Waititi merupakan sineas asal New Zealand yang sebelumnya banyak menggarap film-film indie.

"Ya sedikit (tertekan). Tapi saya masuk ke dunia film bisa dibilang karena 'kekeliruan' hehehe. Saya tak benar-benar merasa ini akan menjadi profesiku," katanya dalam wawancara grup yang diikuti wartawan Kompas.com, Andi Muttya Keteng Pangerang, di Park Hyatt, Sydney, Australia, Minggu (15/10/2017).

Kendati merasakan tekanan, Waititi menyambutnya dengan suka cita. Ia mengaku senang menghadapi tantangan baru dan Thor adalah sesuatu yang sangat berisiko sekaligus menyenangkan baginya.

"Saya hanya ingin terus melakukan hal yang paling berisiko yang bisa saya lakukan. Karena saya ingin bermain dengan api. Saat itulah keajaiban terjadi. Film ini sangan menyenangkan dibuat, tapi pasti selalu ada tantangan," kata Waititi.

Hal tersulit yang ia hadapi saat menggarap Thor Ragnarok adalah adegan-adegan perkelahian atau pertarungan.

[Baca juga: Mengapa Ada Lebih Banyak Humor dalam Thor: Ragnarok?]

"Saya rasa adegan aksi yang paling sulit. Kami memilah-milah menjadi bagian-bagian kecil dan mencoba mengambil gambar dari hal yang terkecil. Namun saat melihatnya semua selaras, itu menakjubkan," ucap Waititi.

"Naskahnya hanya sebuah saran. Jika kami ingin mengembangkan karakter, kami melakukannya," sambungnya.

[Baca juga: Mark Ruffalo Was-was Dipecat dari Hulk karena Siarkan Thor: Ragnarok]

Film Thor: Ragnarok mengisahkan perjuangan Thor yang berusaha menghentikan terjadinya Ragnarok, sebuah malapetaka yang akan menghancurkan dunia asalnya, Asgard.

Namun kali ini Thor tak akan ditemani oleh palu saktinya karena telah hancur diremukkan Hela dengan satu tangan.

[Baca juga: Chris Hemsworth Ungkap Asal Usul Ide Memotong Rambut Thor ]

Seri ketiga Thor ini segera dirilis di Amerika Serikat pada 3 November 2017. Namun sebelumnya bakal tayang lebih dulu di Indonesia, yakni pada 25 Oktober 2017.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X