Tantangan Terberat Mark Ruffalo Perankan Hulk dalam Thor: Ragnarok

Kompas.com - 16/10/2017, 18:32 WIB
Aktor Mark Ruffalo menghadiri gala premiere film produksi Marvel Studios, Thor:Ragnarok, di Hoyts EQ, Sydney, Australia, Minggu(15/10/2017). Disney/Marvel StudiosAktor Mark Ruffalo menghadiri gala premiere film produksi Marvel Studios, Thor:Ragnarok, di Hoyts EQ, Sydney, Australia, Minggu(15/10/2017).
|
EditorKistyarini

SYDNEY, KOMPAS.com - Hulk menjadi salah satu anggota Avengers yang mendampingi Thor berjuang menyelamatkan dunia Asgard dalam film Thor: Ragnarok.

Namun pengalaman memerankan si pahlawan hijau selama bertahun-tahun, tak lantas membuat aktor Mark Ruffalo mudah berakting dalam seri ketiga Thor itu.

Dalam wawancara grup yang diikuti wartawan Kompas.com, Andi Muttya Keteng Pangerang, di Park Hyatt, Sydney, Australia, Minggu (15/10/2017), Ruffalo mengungkap sejumlah tantangan berat yang ia hadapi.

"(Teknik) motion-capture sedikit susah dilakukan," katanya.

Sebagai informasi, Ruffalo melakukan teknik motion-capture (mo-cap) untuk menghidupkan karakter Hulk. Motion capture adalah proses merekam setiap gerakan aktor untuk kemudian diolah ke bentuk 3D.

"Lalu sekarang karakter Hulk juga agak berbeda. Jadi saya mencoba mencari cara ia bersuara, cara dia bergerak, dan berimprovisasi," ujar Ruffalo.

Berimprovisasi untuk Hulk dalam Thor: Ragnarok ia anggap sulit karena walaupun sudah berpengalaman, Ruffalo mengaku selama ini ia kurang mengeksplor karakter Hulk.

"Bagaimana saya melakukan improvisasi? Hehehe saya saja tidak begitu mengenalnya. Saya selalu sedikit frustasi bahwa saya tak pernah sempat mengeksplor karakter Hulk dalam film-film sebelumnya," ucapnya.

[Baca juga: Mark Ruffalo Usulkan Cara Agar Film Solo Hulk Bisa Dibuat Lagi ]

"Itulah hal-hal yang paling berat. Tapi juga semuanya berakhir menyenangkan," sambung Ruffalo.

Film Thor: Ragnarok mengisahkan perjuangan Thor yang berusaha menghentikan terjadinya Ragnarok, sebuah malapetaka yang akan menghancurkan dunia asalnya, Asgard.

[Baca juga:Setelah Menanti 6 Tahun, Mark Ruffalo Puas Memukul Chris Hemsworth ]

Namun kali ini Thor tak akan ditemani oleh palu saktinya karena telah hancur diremukkan Hela dengan satu tangan.

Seri ketiga Thor arahan sutradara Taika Waititi ini dirilis di Amerika Serikat pada 3 November 2017. Namun sebelumnya bakal tayang lebih dulu di Indonesia, yakni pada 25 Oktober 2017.

[Baca juga:Anak Lelaki Ini Dapat Hadiah dari Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo ]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X