Putri Marino Ogah Komentari soal Polemik Film Posesif

Kompas.com - 19/10/2017, 13:21 WIB
Putri Marino dalam peluncuran Lakme di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017) malam.KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Putri Marino dalam peluncuran Lakme di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bintang utama film Posesif, Putri Marino, enggan menanggapi polemik masuknya Posesif dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Sebagai informasi, film arahan sutradara Edwin itu baru akan tayang di jaringan bioskop Tanah Air pada 26 Oktober 2017 mendatang. Sementara, salah satu syarat sebuah film bisa masuk seleksi FFI tahun adalah film tersebut sudah tayang dari dari Oktober 2016 hingga September 2017.

[Baca: Belum Tayang di Bioskop, Film Posesif Masuk Nominasi FFI 2017]

"Bukan tempat aku buat menjawab pertanyaan itu sih sebenarnya. Kalau nanya polemik kenapa Posesif masuk FFI 10 nominasi padahal belum tayang, itu bukan kapasitas aku untuk menjawab," ujarnya dalam wawancara di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017) malam.

Artis peran pendatang baru ini mengatakan, ia hanya bisa berkomentar tentang menjadi nomine untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI karena itu menyangkut pribadinya.

[Baca: Posesif, Drama Cinta Remaja yang Digarap Serius]

"Aku sih melihat itu sebagai kayak aku masuk nominasi itu udah seneng. Jadi kalau nanya tentang polemik yang muncul gara-gara Posesif masuk nominasi tapi belum tayang itu bisa langsung ke produser sih sebenarnya," kata Putri.

Lawan main aktor Adipati Dolken dalam film Posesif ini menegaskan bukannya ia tak peduli atau terkesan tak mau tau, ia hanya berusaha menempatkan diri sesuai porsi.

"Enggak tutup kuping juga sih sebenarnya. Cuma kayak seneng aja aku masuk nominasi, udah seneng banget. Jadi kayak kalau yang lain-lain silakan tanya ke produser sih he-he-he," ujar Putri.

Sebelumnya, ditemui usai pengumuman daftar nominasi FFI di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017) malam, Ketua Penjurian FFI 2017 sutradara Riri Riza pun menjelaskan alasannya. Ternyata film Posesif sudah pernah diputar pada akhir September lalu.

"Ada sekitar empat pemutaran publik yang dilakukan Posesif selama September dan juga antara lain dihadiri oleh anggota asosiasi profesi," kata Riri.

"Jadi asosiasi profesi yang secara rata menominasikan Posesif. Karena itulah Posesif bisa masuk ke dalam nominasi," sambungnya.

Pada 22 hingga 24 September 2017 lalu, film Posesif yang dibintangi Adipati Dolken dan pemain pendatang baru Putri Mirano sudah diputar di tiga bioskop mikro. Lokasinya berada di area Jakarta dan Tangerang Selatan, yakni di Kinosaurus, Kineforum, Cine Space.

"Ada beberapa produser film yang mengupayakan mengorganisir sebuah pemutaran khusus, pemutaran yang dibuka untuk umum sebenarnya karena filmnya sudah lulus sensor. Jadi tidak hanya dilakukan di bioskop, jadi mereka memutarnya di komunitas-komunitas dan itu yang dilakukan oleh Posesif," kata Riri.

Menurut dia, dinamika itu terjadi karena syarat waktu pemutaran film dari Oktober 2016 sampai September 2017 itu baru diterapkan tahun ini. Riri mengatakan, yang terpenting selama sesuai aturan, maka film Posesif bisa masuk dalam nominasi.

"Yang punya kuasa memilih film adalah asosiasi. Jadi ketika pembuat film mengadakan pemutaran yang memenuhi syarat yang ditentukan oleh pedoman FFI kemudian asosiasi memilih ya itu sudah terjadi dan itu masuk," ucapnya.


EditorIrfan Maullana

Close Ads X