Tulus: Tidak Tepat apabila Gajah Disebut sebagai Hama

Kompas.com - 19/10/2017, 20:03 WIB
Penyanyi Tulus dalam jumpa pers peluncuran kampanye #TemanGajah di Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGPenyanyi Tulus dalam jumpa pers peluncuran kampanye #TemanGajah di Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).
|
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.COM - Banyaknya gajah sumatera yang ditemukan mati membuat penyanyi Muhammad Tulus (30) prihatin. Pasalnya, spesies gajah ini sudah hampir punah.

Untuk itu Tulus membuat kampanye #TemanGajah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gajah bukanlah hama.

"Sangat tidak tepat apabila gajah disebut sebagai hama karena selalu dimulai duluan oleh manusia. Itu yang saya ketahui," ucapnya dalam jumpa pers di Kembang Goela, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).

Tulus menjelaskan bagaimana gajah bisa merusak kawasan pemukiman warga atau kawasan kelapa sawit.

[Baca juga: Cerita Tulus Kehilangan Gajah Yongki]

"Jadi sebenarnya bisa saya luruskan, yang terjadi itu adalah penjelasan tentang konversi lahan perpindahan fungsi di sebuah kawasan menjadi sebuah fungsi yang baru," katanya.

Daya ingat gajah yang kuat menuntunnya kembali ke tempat awal ia berkelompok. Sayangnya tempat itu sudah beralih fungsi menjadi pemukiman atau persawahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hutan liar jadi persawahan misalnya. Hutan liar jadi pemukiman. Salah satu probelmnya kan saat hutan liar jadi pemukiman. Karena gajah itu punya daya ingat yang luar biasa kuat," ujarnya.

"Kalau dia sudah istilahnya bilang ini kawasan dia terus dia jalan, makan dan kembali lagi dia akan tetap anggap itu kawasan dia," ujarnya.

"Jadi sebenarnya manusia yang ganggu duluan. Bukan gajah duluan," imbuhnya.

[Baca juga: Tulus Ajak Selamatkan Gajah Sumatra dengan Kampanye #TemanGajah]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.