Nindy Ayunda: Itu Rezeki Saya, Kok Orang yang Heboh?

Kompas.com - 23/10/2017, 20:18 WIB
Nindy Ayunda berpose usai perayaan pesta ulang tahun kedua anaknya di Crowne Plaza Hotel Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2017). Kompas.com/Ira GitaNindy Ayunda berpose usai perayaan pesta ulang tahun kedua anaknya di Crowne Plaza Hotel Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2017).
|
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Nindy Ayunda merasa heran lantaran banyak warganet yang berkomentar tentang kehidupan pribadinya.

Hal itu ia katakan saat diwawancarai usai mengelar pesta ulang tahun anaknya di Crowne Plaza Hotel Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2017).

"Ibarat saya punya suami alhamdulillah saya enggak kekurangan, itu kan rezeki saya kok, orang yang heboh. Heran," kata Nindy.

Ada pula yang menudingnya sebagai simpanan pengusaha. Namun, dengan santai Nindy mengatakan bahwa mereka yang berkomentar seperti itu seolah-olah sudah sangat mengenal kehidupan pribadinya.

"Kadang udah agak kurang ajar sih kalimat-kalimat itu, seperti kayak simpenan pengusaha, 'Mbak pake piyama kurang nih pengusahanya', orang ini suami saya," ucapnya.

Baca juga : Nindy Ayunda Bicara Pengalaman Di-bully di Sosial Media

"Bukan baper sih tapi dibilang kayak gitu, seolah-olah tau saya banget, dia enggak tahu saya (saat) dulu, enggak tau keluarga saya, jadi dia bilang 'mentang-mentang sekarang...' ya emang saya dulu gimana?" tambahnya dengan nada yang sedikit meninggi.

Ibu dua anak itu menganggap, kehadiran sosial media yang saat ini membuat banyak orang mengira dirinya mencari sensasi dan memamerkan barang-barang mewah.

"Mungkin karena adanya media sosial, jadi orang-orang jadi lebih jauh melihat. Kalau zaman beberapa tahun lalu kan enggak punya sosial media, jadi orang-orang enggak tahu kehidupan saya pribadi," ujar Nindy.

"Jadi misalnya saya nenteng tas, pake baju terus pake sepatu dibilang pamer. Emang kalau mau pergi harus minta izin sama dia? Yang kayak gitu-gitulah. Tapi ya sudahlah padahal enggak ada tujuan cari sensasi juga," lanjutnya.

Meski awalnya tidak peduli, ibu dua anak itu seakan mulai gerah dan memilih untuk memblokir setiap warga net yang mengirimkan pesan ke akun instagramnya.

"Oh saya block, awal-awalnya saya bodo amat, lama-lama saya block. Terus kayak ada yang suka DM (direct message), aduh enggak penting deh ah. Tapi sekarang udah mulai tenang," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X