Pengakuan Ahmad Dhani soal Tiga "Tweet" yang Diduga Ujaran Kebencian

Kompas.com - 01/12/2017, 14:31 WIB
Ahmad Dhani tiba di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). Dhani datang memenuhi panggilan kepolisian untuk penyidikan dirinya yang berstatus tersangka dalam kasus ujaran kebencian. KOMPAS.com/SETYO ADIAhmad Dhani tiba di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). Dhani datang memenuhi panggilan kepolisian untuk penyidikan dirinya yang berstatus tersangka dalam kasus ujaran kebencian.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Musisi Ahmad Dhani baru saja selesai menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian di Polres Metro Jakarta Selatan.

Selama hampir 24 jam, dari Kamis (30/11/2017) hingga Jumat (1/12/2017), polisi mengulik tentang tiga tweet dari akun Twitter Dhani yang diperkarakan karena dinilai sarkastik.

Namun, menurut kuasa hukumnya, Hendarsam Marantoko, kliennya hanya mengakui satu cuitan saja.

"Dua cuitan ditanyakan apakah ini cuitan Mas Dhani. Mas Dhani bilang, 'Kalau yang dua bukan saya, yang dua ini admin yang buat tanpa sepengetahuan saya'. Yang diakui Mas Dhani ada satu cuitan," kata Hendarsam.

Baca juga : Usai Diperiksa Hampir 24 Jam, Ahmad Dhani Ingin seperti Limbad

"Itu saja yang diakui Mas Dhani. Tapi dua cuitan lain yang menyinggung salah satu pasangan calon gubernur saat itu, Mas Dhani tolak. Itu juga sudah diakui oleh admin. Admin sudah datang bahwa benar saya yang buat tanpa sepengetahuan Mas Dhani," lanjut Hendarsam.

Berdasarkan pengakuan Dhani kepada Hendarsam, ada tiga admin yang ikut mengelola akun Twitter @AHMADDHANIPRAST.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tugasnya sebagai admin untuk artis-artis RCM. Jadi bukan hanya Ahmad Dhani aja. Contoh cuitan hari batik. Mas Dhani enggak tahu, tahu tahu muncul saja di Instagram dan di Twitter Mas Dhani mengenakan batik. Admin diberikan kewenangan tersendiri," kata Hendarsam.

Hendarsam menambahkan, dari pengalaman ini, Dhani akan lebih berhati-hati lagi memberi kebebasan kepada adminnya dalam mengelola akun media sosial pribadi miliknya.

"Mungkin ini jadi pengalaman Mas Dhani bahwa admin pun harus berhati-hati untuk mengutarakan pendapat pribadinya menggunakan media sosial milik Ahmad Dhani," ucap Hendarsam.  

Baca juga : Ahmad Dhani Diberi Nasihat untuk Menahan Diri

Sebelumnya, Dhani ditetapkan menjadi tersangka atas laporan pendiri BTP Network Jack Lapian. Dhani dituduh melanggar Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.