Hal-hal yang Berbeda dari DWP 2017

Kompas.com - 15/12/2017, 21:34 WIB
Penonton larut dalam kemeriahan Djakarta Warehouse Project 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (15/12/2017). Pertunjukan yang berlangsung selama dua hari ini dimeriahkan oleh aksi panggung antara lain Marshmello, Rich Chigga, Steve Aoki, David Gravel, Hardwell dan lain-lain. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPenonton larut dalam kemeriahan Djakarta Warehouse Project 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (15/12/2017). Pertunjukan yang berlangsung selama dua hari ini dimeriahkan oleh aksi panggung antara lain Marshmello, Rich Chigga, Steve Aoki, David Gravel, Hardwell dan lain-lain.
|
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa hal yang terasa berbeda dari perhelatan Djakarta Warehouse Project ( DWP) 2017 dibandingkan dengan yang tahun sebelumnya. Salah satu yang paling terasa perbedaannya adalah animo dan jumlah party goers kali ini.

Dari pantauan Kompas.com, saat DWP 2016 lalu, party goers mulai berdatangan sejak pukul 19.00 WIB. Mereka juga tidak segan untuk mulai bergoyang dalam acara yang disebut sebagai festival electronic dance music (EDM) terbesar se-Asia Tenggara itu.

Namun, tidak halnya dengan tahun ini. Sekira pukul 19.00 hingga menjelang pukul 21.00 WIB, jumlah party goers tidak sebanyak tahun lalu. Kebanyakan party goers hanya berkerumun di panggung terbesar, yakni Garuda Land.

Sedangkan dua panggung lainnya, Neon Jungle dan Cosmic Station, tampak lebih sepi. Beberapa dari party goers memilih duduk sambil mengobrol ketimbang berdiri menikmati alunan musik dari disjoki (DJ) yang sedang tampil.

Baca juga : Alunan Gamelan Bali Beri Keteduhan DWP 2017

Selain soal crowd atau keramaian, DWP 2017 lebih ketat dalam aturan penjualan minuman beralkohol. Ada selebaran yang bertuliskan bahwa penyelenggara hanya mengizinkan penjualan minuman beralkohol pada mereka yang mendapat gelang 21 plus.

Selain itu, penjualan minuman beralkohol juga baru boleh dilakukan di atas pukul 21.00 WIB. Ada juga ketentuan yang bertuliskan bahwa panitia berhak menolak menjual minuman beralkohol kepada pengunjung yang dinilai tampak berkelakuan tidak wajar.

Meski begitu, seiring dengan berjalannya waktu, animo party goers mulai naik saat waktu melewati pukul 21.00 WIB. Adapun beberapa DJ yang akan bermain menjelang tengah malam di antaranya R3hab, Marshmello, dan Tiesto.

Baca juga : DJ Dalam Negeri Ramaikan Pembukaan DWP 2017



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X