Tertidur 23 Tahun, Band Kidnap Katrina Bangkit Lagi

Kompas.com - 01/02/2018, 15:44 WIB
Kidnap Katrina dalam peluncuran singel Kesepian di Postjam, Potlot III, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGKidnap Katrina dalam peluncuran singel Kesepian di Postjam, Potlot III, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah 23 tahun tertidur pulas, grup band Kidnap Katrina yang populer pada era 1990-an dengan hits "Biru" akhirnya bangkit lagi.

Vokalis Kidnap Katrina, Anang Hermansyah mengatakan, ia bersama Damon (gitar), Massto (drum), Koko (gitar), dan Gorga (bass) mulai berpikir untuk berkumpul kembali sejak akhir 2016 lalu.

"Kami rekaman pertama 2017, idenya 2016 akhir. Itu kemauan bareng-bareng. Kami punya keinginan bertemu kembali. Ingin berkarya kembali, tertidur 23 tahun," ujar Anang dalam wawancara di Postjam, Potlot III, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).

"Karena kami tidak pernah mati dalam berkarya. Masing-masing punya band sendiri. Aku juga punya karya duet sendiri, namun kemudian kami kembali berkarya bersama lagi," tambahnya.

Sejak itu, mereka kemudian mengumpulkan materi selama hampir dua tahun untuk membuat album mini. Salah satu band rock yang lahir dari Komunitas Potlot ini berencana merilis album mini tersebut tahun ini

Sebagai pemanasan, mereka meluncurkan singel berjudul "Kesepian", sebuah daur ulang dari lagu milik Koes Plus ciptaan mendiang Tony Koeswoyo.

Rencananya, ada enam lagu yang bakal mengisi album mini Kidnap nanti. Tiga di antaranya daur ulang, yakni "Kesepian", "Biarkanlah", dan "Biru". Sisanya merupakan karya baru.

"Ada lagu baru, semua kami mix. "Huss" dan "Lebih Dalam", satunya lupa. Target kalau enggak lima enam untuk mini album," ucap Damon menimpali.

Putra mendiang Tony Koeswoyo ini mengatakan, musik mereka akan tetap setia dengan warna Kidnap yang dulu. Namun, mereka terbuka dan beradaptasi dengan rasa musik masa kini.

"Pastinya ada barunya, ada yang dulunya. Karena kami yang tetep bawain tapi dengan kedewasaan sekarang. Dasarnya dance rock-pop. Sesuai dengan umur kami sekarang," ujar Damon.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X