Kronologi Penangkapan Roro Fitria atas Dugaan Penyalahgunaan Narkotika

Kompas.com - 15/02/2018, 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis Roro Fitria tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Perempuan yang sedang menjajal menjadi DJ (disc jockey) ini ditangkap di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/2/2018), Kasubdit 1 Detreserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Calvijn Simanjuntak, membeberkan kronologi penangkapan terhadap Roro.

"Pada Rabu 14 Februari 2018, kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan
dilakukan transaksi narkotika jenis sabu di daerah Hayam Wuruk. Berangkat dari info itu, kami lakukan profiling di tempat," kata Calvijn.

Baca juga: Roro Fitria Pesan Sabu dari Seorang Fotografer

Kemudian, pada pukul 10.20 WIB, polisi menangkap pria dengan inisial nama WH (40), dengan ciri-ciri berkulit sawo matang, berkacamata, dan berambut pendek.

Dari penggeledahan, lanjut Calvijn, pihaknya menemukan barang bukti berupa sabu seberat 2,4 gram dalam bungkus rokok. Polisi juga menyita satu unit telepon genggam dari tangan WH serta satu kartu ATM atas nama WH.

"Dari situ kami interogasi, barang itu dari mana dan siapa yang pesan. Ternyata, yang pesan adalah RF, tanggal 13 Februari (2018). Tapi, baru ada barangnya tanggal 14 (Februari 2018). Pesan awalnya tiga gram, tapi cuma ada dua gram," tutur Calvijn. 

Baca juga: Tersandung Narkoba, Roro Fitria Diciduk Polisi

Pihaknya lalu bergerak ke kediaman Roro di Jalan Durian Raya, Ragunan, Jakarta selatan.

Namun, selama di perjalanan, WH, yang juga diboyong oleh polisi ke rumah Roro, selalu mendapat telepon dari sang artis, yang menanyakan WH sudah sampai di mana.

"Saat penangkapan di rumah RF, kami tanyakan betul enggak dia pesan ke WH. Yang bersangkutan jelas mengatakan bahwa betul dia yang memesan ke WH dan telah transfer uang Rp 5 juta ke rekening WH," ucap Calvijn.

Baca juga: Roro Fitria Berang Namanya Dicatut Penipu

Hal tersebut diperkuat dengan adanya bukti percakapan antara Roro dengan WH melalu aplikasi pesan dalam telepon genggam masing-masing, berkait pemesanan sabu dan transfer uang.

"Ditransfer di ATM dekat rumah RF. Setelah itu RF kami bawa ke kantor (polisi)," ujar Calvijn.

Atas dugaan penyalahgunaan narkotika itu, Roro dan WH disangkakan dengan Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.