Hakim Kembali Tegur Jaksa karena Tunda Lagi Tuntutan Gatot Brajamusti

Kompas.com - 14/03/2018, 16:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Hakim Achmad Guntur kembali menegur tim jaksa penuntut umum (JPU), lantaran meminta waktu untuk menunda tuntutan terhadap terdakwa Gatot Brajamusti. Tuntutan itu ditunda untuk kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar.

"Maaf hakim yang mulia. Untuk kasus senjata api dan satwa liar kami belum siap. Kami meminta waktu untuk ditunda lagi," kata JPU Hadiman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Mendengar permintaan penundaan dari JPU, Guntur dan dua hakim anggota mempertanyakan pernyataan tersebut.

Sebab sudah yang keempat kali JPU meminta waktu untuk menunda tuntutan terhadap Gatot, terkait kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar.

[Baca juga : Hakim Kesal Jaksa Tunda Lagi Tuntutan kepada Gatot Brajamusti ]

"Saya pikir sudah siap. Susahnya di mana? Sudah empat kali persidangan ditunda. Sudah berapa kali minta tunda?" ujar Guntur.

"Masih mau nuntut atau enggak?" timpal hakim anggota bernama Irwan.

"Kemarin sudah agak tinggi bahasa saya. Saya pikir sudah dipersiapkan. Apa susahnya?" kembali Guntur bertanya kepada JPU.

JPU hanya terdiam dan mengangguk saja. Guntur dan hakim anggota lainnya berembuk dan kembali memberikan toleransi kepada JPU, untuk mempersiapkan tuntutan untuk kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar.

Sidang untuk kasus tersebut akan kembali digelar pada 27 Maret 2018 mendatang.

"Saya minta jangan ditunda lagi," kata Guntur lalu mengetuk palu.

Sementara, untuk kasus asusila yang dilakukan Gatot terhadap pelapor CT, yang kala itu masih berusia di bawah umur masih berlangsung sampai saat ini. Sidang tersebut juga beragendakan tuntutan.

[Baca juga : Saksi Ahli Sebut Hasil Tes DNA Anak CT Identik dengan Gatot Brajamusti]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.