Pernah Belajar Bela Diri, Andy /rif Masih "Ngos-ngosan"

Kompas.com - 17/03/2018, 11:56 WIB
Andy /rif berperan sebagai Dewa Tuak dalam Wiro Sableng 212 Lifelike PicturesAndy /rif berperan sebagai Dewa Tuak dalam Wiro Sableng 212

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis Andy /rif bercerita tentang kesulitan yang dialaminya saat berperan sebagai Dewa Tuak dalam film Wiro Sableng 212. Kata dia adegan laga cukup menguras staminanya kendati dulu pernah belajar bela diri.

Hal tersebut Andy ceritakan kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (16/3/2018).

"Mungkin yang paling sulit adalah adegan fighting-nya ya, tapi kan memang saya dulu pas zaman muda sempet belajar bela diri juga, jadi tidak mendapat kesulitan banyak lah. Cuma tenaganya aja yang udah laen, jadi cepet  ngos-ngosan waktu latihan," kata pria 49 tahun itu.

Pasalnya, selama satu bulan Andy harus melatih gerakan-gerakan pamungkas dari koreografer Yayan Ruhian.

"Itu latihan hampir satu bulan, digodog di sana. Dengan koreografi pertarungan oleh timnya Yayan Ruhian," tutur Andy.

Baca juga : Punya Ilmu Silat Tinggi, Andy /rif Bisa Bikin Semburan Api dari Tuak

"Saya hanya ada dua scene fighting. Itu aja yang beberapa kali take, diulang lagi, nah saya kebagian cukup repot juga," lanjutnya.

Diceritakan bahwa Dewa Tuak adalah pendekar berselempang kain putih yang selalu membawa bumbung bambu berisi tuak murni andalannya. Dewa Tuak merupakan guru dari Anggini, yang diperankan oleh Sherina Munaf.

Baca juga : Bumbung Bambu Jadi Senjata Pamungkas Andy /rif di Wiro Sableng

Andy menambahkan, agar staminanya terjaga, dia meluangkan waktunya untuk berolahraga.

"Tapi stamina ya memang olahraga juga sih itu udah santapan saya, setiap minggu pasti ada hari saya untuk olahraga. Sama seoerti menyanyi, manggung kan harus tetep fit," tambah Andy.

Film Wiro Sableng merupakan hasil kerja sama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox.

Baca juga : Jadi Dewa Tuak, Andy /rif Justru Tak Berani Minum Tuak

Dalam proses shooting yang telah dilangsungkan akhir 2017 lalu, sederet nama -nama ikut terlibat menggarap film tersebut. Mereka adalah sutradara Angga Dwimas Sasongko, production designer Adrianto Sinaga, penulis skenario Seno Gumira Ajidarma, dan koreografer Gumira Ajidarma.

Rencananya, film tersebut akan diputar di seluruh jaringan bioskop Tanah Air pada September 2018 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X