Dua Animator Indonesia Ikut Garap Film "Avengers: Infinity War"

Kompas.com - 02/05/2018, 09:17 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Tak banyak yang tahu bahwa ada dua animator asal Indonesia ambil bagian dalam pembuatan film Avengers: Infinity War.

Mereka adalah Renald Taurusdi dan Ronny Gani.

"Saya di Industrial Light & Magic sebagai Creator Technical Director," kata Renald kepada Kompas.com dalam wawancara ekslusif di Marina Bay Sands, Singapura, belum lama ini.

"Saya kerja sama Lucas Film tahun 2008. Job desc saya animator," ujar Ronny.

Industrial Light & Magic merupakan anak perusahaan dari Lucas Animation, perusahaan yang menggarap efek visual Avengers: Infinity War.

Baca juga: Pecahkan Rekor, Baguskah Film Avengers: Infinity War?

Ronny Gani, salah satu animator Indonesia yang mengerjakan efek visual film Avengers: Infinity War, diabadikan setelah wawancara ekslusif dengan Kompas.com di Marina Bay Sands, Singapura, Minggu (15/4/2018).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Ronny Gani, salah satu animator Indonesia yang mengerjakan efek visual film Avengers: Infinity War, diabadikan setelah wawancara ekslusif dengan Kompas.com di Marina Bay Sands, Singapura, Minggu (15/4/2018).

Dalam film arahan sutradara Joe dan Anthony Russo itu, Ronny Gani merupakan animator yang bertanggung jawab atas pergerakan karakter grafis komputer dan benda mati.

Misalnya, memberi struktur tulang pada obyek tiga dimensi agar bisa digerakkan.

"Departemen saya, kami tugasnya tuh memberikan performance ke digital character. Jadi, karakter-karakter yang ada di film itu dibikin dulu, kan, di komputer dalam bentuk 3D, namanya digital play. Kemudian, dikasih sistem pengulangan biar bisa jadi kayak boneka," tutur Ronny.

"Nah, saya yang menggerakkan boneka-boneka itu untuk menciptakan sebuah performance yang dibutuhkan oleh film maker. Setelah film maker puas dengan performance yang saya kasih ke karakter itu, baru saya oper ke tim Renald," sambungnya.

Baca juga: Joe Russo: "Avengers: Infinity War" adalah Film Paling Rumit

Renald Taurusdi menjabat sebagai Creature Technical Director, yang membuat berbagai jenis simulasi, antara lain daging dan otot; rambut dan bulu; serta kain.

Ia dan timnya juga berperan dalam penciptaan efek penghancuran.

"Tugas saya adalah membuat simulasi setelah animasi selesai. Simulasi untuk kostum atau untuk otot, rambut, segala macam. Lebih ke detail agar performance secara keseluruhan itu terasa nyata, audience percaya bahwa itu real," ujarnya.

"Jadi, kalau kayak baju pakai jaket kulit, saya harus bikin jaket itu sekaku kayak jaket beneran. Jadi, orang pas ngelihat langsung ngenalin, oh bahannya jaket kulit," lanjutnya.

Baca juga: Lima Momen Terbaik dalam Trailer "Avengers: Infinity War"

Namun, mereka tak bisa menyebut secara rinci animasi dan efek visual bagian mana saja yang  mereka kerjakan dalam Avengers: Infinity War.

Ronny hanya bisa menjelaskan bahwa dalam trailer seri ketiga Avengers tersebut mereka menggarap karakter Hulk, yang diperankan oleh Mark Ruffalo.

"Yang kami kerjakan secara spesifik sih enggak ada di trailer, tapi yang tim kami kerjakan ada. Beberapa shot Hulk buster, tim kami kerjain, tim Singapura yang kerjain," ucapnya.

"Kantor kami, Industrial Light & Magic, main office-nya di San Francisco (California, AS). Kantor lainnya di Singapura, Vancouver (Kanada), sama London (Inggris). Jadi, kami tuh kerjanya barengan satu produksi," ucapnya pula.

Bekerja untuk film-film blockbuster Hollywood
Ronny Gani, yang merupakan alumnus Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, mengawali kariernya sebagai character animator di Infinite Frameworks Studios, Batam, pada 2006.

Selama bertahun-tahun, ia mengerjakan animasi untuk film-film blockbuster Hollywood, antara lain Pacific Rim (2013), Transformers: Age of Extinction (2014), Avengers: Age of Ultron (2015), Warcraft (2016), The Great Wall (2017), dan Ready Player One (2018).

Baca juga: Hari Ke-2 Pemutaran Film "Avengers: Infinity War", Cinema XXI Jual 1.000 Tiket

Sama halnya dengan Ronny, Renald Taurusdi, yang pernah menimba ilmu di Nanyang Technological University, Singapura, dalam bidang animasi digital, juga sudah berpengalaman mengerjakan film-film kenamaan.

Sebut saja Jurassic World (2015), Warcraft (2016), Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows (2016), Star Wars: The Last Jedi (2017), Kong: Skull Island (2017), dan Ready Player One (2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.