JPU Akan Hadirkan Lima Saksi untuk Kasus Ahmad Dhani

Kompas.com - 14/05/2018, 16:31 WIB
Ahmad Dhani menghadiri sidang kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANAhmad Dhani menghadiri sidang kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada sidang 21 Mei 2018, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarwoto akan menghadirkan lima orang saksi untuk agenda pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat terdakwa Ahmad Dhani.

Hal itu diungkapkan oleh Sarwoto setelah hakim menolak eksepsi yang disampaikan oleh penasihat hukum Dhani lewat putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (14/5/2018).

"Jadi, sudah putusan sela bahwa putusan atas eksepsi pihak terdakwa ditolak oleh hakim. Penolakan karena sudah memasuki materi pokok perkara. Untuk selanjutnya, kami akan panggil saksi empat atau lima orang," ujar Sarwoto.

Baca juga: Hakim Tolak Eksepsi Ahmad Dhani

Terkait identitas saksi-saksi yang akan dihadirkan, Sarwoto belum bisa menjawabnya. Ia mengaku akan berkoordinasi dulu dengan para saksi nanti.

"Nanti saja," ucapnya.

Baca juga: Ahmad Dhani Siap Terima Putusan Hakim

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu pendiri band Dewa 19 itu diduga melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Ancaman hukuman bagi suami penyanyi Mulan Jameela tersebut adalah enam tahun penjara.

Baca juga: Sidang Putusan Sela Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditunda

Kasus tersebut bermula ketika Ahmad Dhani berujar melalui akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dan ujarannya itu dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Dhani lalu dilaporkan oleh Jack Lapian, yang merupakan pendiri BTP Networks atas tuduhan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menulis pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.