Sutradara Film Aruna dan Lidahnya: Makanan juga Butuh Perhatian

Kompas.com - 14/07/2018, 09:05 WIB
Edwin berpose ketika mempromosikan film Aruna dan Lidahnya di kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanEdwin berpose ketika mempromosikan film Aruna dan Lidahnya di kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Edwin mengungkapkan rumitnya proses shooting film Aruna dan Lidahnya. Karena cerita film tentang makanan, Edwin berujar bahwa makanan juga memerlukan perhatian.

"Makanan dan manusia itu sebenarnya sama. Makanan juga butuh perhatian," ujar Edwin saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

"Misalnya, saat ada adegan pemain mau makan, tiba-tiba makanannya jadi dingin. Itu perlu dihangatkan lagi. Jadi pas mau rekam, dimasak lagi. Padahal pemain sudah siap," lanjut Edwin.

Belum lagi persoalan keperluan logistik untuk shooting di lima kota di Indonesia, yakni Surabaya, Pamekasan, Pontianak, Singkawang, dan Jakarta.

Baca juga: Oka Antara Makan Sehari 5 Kali saat Shooting Film Aruna dan Lidahnya

Edwin berujar, timnya harus sigap berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya demi kelancaran pasokan logistik selama 1 bulan shooting.

"Kami berpacu dengan waktu," kata Edwin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beruntung, kata Edwin, kerja sama yang baik dari seluruh tim produksi dan pemain membuat shooting berlangsung lancar. Malah, kata Edwin, terasa menyenangkan kendati melelahkan.

Aruna dan Lidahnya merupakan film adaptasi lepas dari novel karangan Laksmi Pamuntjak berjudul sama yang disutradarai oleh Edwin.

Kisahnya tentang Aruna, seorang perempuan single berumur pertengahan 30. Ia bekerja sebagai ahli wabah yang punya ketertarikan dengan makanan.

Suatu hari, Aruna ditugaskan untuk menginvestigasi kasus flu burung yang merebak di beberapa tempat di Indonesia.

Ia lalu mengajak sahabatnya Bono (Nicholas Saputra), koki profesional yang ingin menemukan resep-resep autentik kuliner Indonesia.

Lalu, ada Nad (Hannah Al Rashid) yang merupakan kritikus kuliner yang berniat menulis buku. Dalam perjalanan mengeksplorasi masakan nusantara, mereka bertiga bertemu Farish (Oka Antara), mantan rekan satu kantor Aruna.

Baca juga: Bersama Aruna dan Lidahnya, Dian Sastrowardoyo Tertawakan Diri Sendiri



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X