Sutradara Dreadout Akui Pikul Beban Kesuksesan Game yang Diadaptasinya

Kompas.com - 14/07/2018, 15:00 WIB
Kiri ke kanan: Edwin Nazir (produser GoodHouseID), Rachmad Imron (founder Digital Happiness), Triawan Munaf (Kepala Bekraf), Kimo Stamboel (sutradara), dan Wida Handoyo (produser GoodHouseID) berpose dalam jumpa pers film Dreadout di acara Game Event, Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanKiri ke kanan: Edwin Nazir (produser GoodHouseID), Rachmad Imron (founder Digital Happiness), Triawan Munaf (Kepala Bekraf), Kimo Stamboel (sutradara), dan Wida Handoyo (produser GoodHouseID) berpose dalam jumpa pers film Dreadout di acara Game Event, Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Kimo Stamboel mengaku memiliki beban ketika akan menggarap film Dreadout yang diadaptasi dari game horor berjudul sama.

Menurut Kimo hal ini cukup wajar karena di luar negeri banyak film yang diadaptasi dari game nyatanya tidak berhasil memuaskan penggemarnya.

"Gua ngerti di luar negeri sangat sulit. Karena kan memang pengalaman bermain game dan menonton itu berbeda," ujar Kimo dalam jumpa pers film Dreadout di acara Game Event, Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Untuk film ini, meski secara karakter dan nuansa akan sama, Kimo akan mengambil sudut pandang cerita yang berbeda.

Baca juga: Game Horor Bandung DreadOut Rilis Akhir Tahun

Kata Kimo, berdasarkan cerita pembuat game, yakni Rachmad Imron, ada beberapa cerita yang tidak bisa dimasukkan ke dalam jalan cerita game tersebut. Cerita itulah yang kemudian diambil oleh Timo untuk menjadi naskah film garapannya.

"Ini kan adaptasi. Kami akan bercerita berbeda. Tidak semua karakter ada," ujar dia.

Dreadout merupakan hasi produksi bersama antara Digital Happiness dengan rumah produksi kolektif GodHouseID. Saat ini, film bergenre horor laga itu akan memasuki tahap produksi.

Dalam versi game, DreadOut menceritakan Linda dan kawan-kawannya yang masih duduk di bangku SMA. Mereka terjebak di kota yang sudah tidak dihuni lagi dan penuh dengan makhluk-makhluk supernatural.

Dalam game ini, gamers akan memainkan karakter Linda dan berusaha bertahan hidup di kota tersebut dengan menggunakan smartphone dan kamera SLR.

Baca juga: Game Horor DreadOut Raih Bubu Awards

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X