Dian Sastro Terkesima Kota Singkawang

Kompas.com - 18/07/2018, 17:49 WIB
Dian Sastrowardoyo berpose ketika mempromosikan film Aruna dan Lidahnya di kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanDian Sastrowardoyo berpose ketika mempromosikan film Aruna dan Lidahnya di kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Dian Sastrowardoyo terkesima dengan Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Menurut dia, kota tersebut adalah lokasi paling menarik selama menjalani shooting film drama Aruna dan Lidahnya.

"Menurut saya di Singkawang," kata Dian saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pemeran Aruna itu merasa Singkawang menawarkan nuansa berbeda dari empat kota yang menjadi lokasi shooting. Keempat kota itu adalah Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Jakarta.

"Karena di Singkawang itu makanannya enak-enak sekali. Dan, banyak warung kopi, warung kopi-nya itu banyak camilannya risoles, pie susu, dan segala macam, dan bentukannya di Singkawang agak unik karena banyak kelenteng dan makanan di Singkawang banyak yang enggak ada di Jakarta. Menarik," kata Dian.

Di luar itu, Dian juga merasa karakter Aruna membuatnya mengeksplor sisi baru yang tidak dia temukan saat bermain film lain.

"Yang menantang adalah gimana aku bisa mengeksplor sisi-sisi aku yang sangat mengapresiasi makanan. Orang kan juga tahu Dian suka makan, cuma kalau Aruna itu menantang aku untuk mempertajam daya apresiasi aku dari makanan yang ada di Indonesia," kata dian.

"Makanan itu banyak, orang setiap hari makan, cuma bagaimana kita mengapresiasi perbedaan makanan dari satu ke makanan lainnya. Membutuhkan sensitifas dan daya apresiasi tinggi," lanjut dia.

Aruna dan Lidahnya merupakan film adaptasi lepas dari novel karangan Laksmi Pamuntjak berjudul sama yang disutradarai oleh Edwin.

Kisahnya tentang Aruna, seorang perempuan lajang berumur pertengahan 30. Ia bekerja sebagai ahli wabah yang punya ketertarikan pada makanan.

Suatu hari, Aruna ditugaskan untuk menginvestigasi kasus flu burung yang merebak di beberapa tempat di Indonesia. Ia lalu mengajak sahabatnya Bono (Nicholas Saputra), koki profesional yang ingin menemukan resep-resep autentik kuliner Indonesia.

Lalu, ada Nad (Hannah Al Rashid) yang merupakan kritikus kuliner yang berniat menulis buku. Dalam perjalanan mengeksplorasi masakan nusantara, mereka bertiga bertemu Farish (Oka Antara), mantan rekan satu kantor Aruna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X