Addie MS Ciptakan Mars TNI 15 Tahun Lalu

Kompas.com - 06/10/2018, 14:01 WIB
Komposer Addie MS saat ditemui dalam sebuah konser amal di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018) KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAKomposer Addie MS saat ditemui dalam sebuah konser amal di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018)
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Komposer Addie MS mendapat penghargaan dari TNI karena telah berkontribusi dengan menciptakan Mars TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).

"Jadi itu aku bikin 15 tahun yang lalu, tahun 2003, itu atas permintaan Panglima saat itu, Jenderal Endiartono (Sutarto)," ucap Addie saat ditemui Kompas.com, di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Addie mengatakan pada saat itu tak ada serah terima atau semacamnya yang bersifat formal.

"Cuma enggak ada partitur, enggak ada serah terima yang formal. Ya dipakai gitu saja selama 15 tahun. Cuma pas Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto) sekarang sadar harus ada apresiasi, waduh aku seneng banget," ungkap pria berusia 58 tahun ini.

Bahkan, kata Addie, karena tak banyak yang tahu sebelumnya, ia sering mendapat pengalaman unik.

"Kalau ketemu tentara sering banget dia ngomongin lagu itu, aku cuma senyum-senyum saja, aku cuma 'oh gitu ya, oh gini ya', mereka enggak ada yang tahu kalau aku yang ciptain," tutur Addie.

"Nah pas dapat apresiasi dari panglima, baru pada tahu tentara itu lagu aku yang nyiptain, akhirnya setelah itu jenderal-jenderal, tentara-tentara itu pada salamin aku, kasih selamat," tambah Addie.

Bukan hal mudah menciptakan sebuah mars, kata Addie. Ada banyak aturan dan tahapan yang harus dilalui.

"Pas dapat penugasan, ya sudah aku baca buku TNI tebal, kumpul dengan tim musik Mabes TNI, semua kasih masukan 'lirik harus begini, tempo begini, musik begini, biar orang berbaris begini, aku catat," ucap suami dari Memes ini.

Setelah itu pun, ia masih harus melakukan presentasi dan revisi dari tiap tingkatan komando dalam tentara. Ia mengaku lagu itu mengalami tiga sampai empat kali revisi selama proses pembuatan mars tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X