Tessa Kaunang Tularkan Kegemaran Tari Balet pada Anaknya

Kompas.com - 19/10/2018, 21:06 WIB
Tessa Kaunang saat ditemui di sebuah klinik saat melakukan perawatan di kawasan Otista, Jakarta Timur, Jumat (19/10/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIATessa Kaunang saat ditemui di sebuah klinik saat melakukan perawatan di kawasan Otista, Jakarta Timur, Jumat (19/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai anak dari musisi ternama Arthur Kaunang membuat Tessa Kaunang (41) akrab terhadap dunia seni sejak kecil. Ia banyak dibekali pelajaran seni, seperti bermain piano dan kemampuan menari balet.

Tessa pun coba menularkannya pada putri pertamanya,  Andisa Leota Anabel Tumiwa (11) dari pernikahannya dengan Sandy Tumiwa. Bahkan, ia mulai memasukkan anaknya ke sekolah balet sejak umur empat tahun.

"Kan dulu saya balet juga, jadi waktu saya punya anak cewek, saya juga ingin memperkenalkan balet sama anak saya, entah dia suka atau enggak," ucap Tessa saat ditemui di kawasan Otista, Jakarta Timur, Jumat (19/10/2018).

Baca juga: Tessa Kaunang Ingin Cari Pasangan Hidup yang Benar-benar Tulus

Gayung bersambut, kata Tessa, kini anaknya mulai memperlihatkan kemampuannya dalam menari balet. Hal itu terlihat dari prestasi yang sudah dicapai sejauh ini.

"Ditahun ini, di tahun 2018 ini, anak saya yang pertama, Nasya itu dapat juara pertama di dua lomba balet," ucap Tessa.

"(menang) Lomba internal balet competition sama (ballerinas) set world, masih ada lagi lomba tapi mereka sekarang sekolah baletnya lagi mempersiapkan ada show," tambah Tessa.

Tak hanya di Indonesia, putrinya tersebut juga sudah mengikuti kompetisi balet di luar negeri.

"Dia ikut lomba tahun lalu di Hong Kong, itu transportasi akomodasi kita sendiri, jadi memang harus sayanya juga harus punya niat yang kuat juga untuk mensupport anak saya," ungkap Tessa.

Kendati demikian, lanjut Tessa, putrinya sempat ingin berhenti dalam berlatih balet karena merasa kesulitan.

"Pernah, dia suka ngomong, misalnya baru pertama kali belajar point shoes, yg berdiri di atas sepatu itu dia bilang 'aduh kaki ku sampai sakit udh mau brdarah," ucap Tessa.

Agar tak patah semangat, Tessa mengaku terus memberi motivasi kepada anaknya tersebut.

"Pengin berhenti waktu sekitar umur 7 tahun, kayaknya belum cocok gitu, saya bilang 'kamu masih kecil masih punya banyak waktu jadi jalanin aja, dan ternyata dia suka, bahkan sekarang punya prestasi gitu kan," imbuh Tessa.

Baca juga: Usia Sudah 41 Tahun, Tessa Kaunang Masih Ingin Punya Anak jika Menikah Lagi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X