Dilan 1990 Laris, Fajar Bustomi Tak Pasang Target Jumlah Penonton Dilan 1991

Kompas.com - 30/10/2018, 14:15 WIB
Para pemain film Dilan 1991 saat jumpa pers di kawasan Dago, Bandung, Senin (29/10/2018). Terlihat di dalamnya Ody Mulya (produser), Fajar Bustomi (sutradara), Vanesha Prescilla (Milea), dan Iqbaal Ramadhan (Dilan). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPara pemain film Dilan 1991 saat jumpa pers di kawasan Dago, Bandung, Senin (29/10/2018). Terlihat di dalamnya Ody Mulya (produser), Fajar Bustomi (sutradara), Vanesha Prescilla (Milea), dan Iqbaal Ramadhan (Dilan).

BANDUNG, KOMPAS.com – Setelah film Dilan 1990 berhasil meraih 6,3 juta penonton, sutradara Fajar Bustomi mengaku tak mematok target untuk sekuel film tersebut, yakni Dilan 1991. Film ini diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dengan judul sama.

Menurut Fajar, ia hanya ingin Dilan 1991 yang akan tayang pada tahun depan bisa memenuhi ekspektasi penonton untuk lebih baik dari film Dilan 1990.

“Target (penonton) sih enggak ada. Yang penting target saya cuma satu, harus lebih serius dibandingkan (Dilan) 1990, harus lebih bagus, secara teknis, semuanyalah. Ada catatan-catatan saya di (Dilan) 1990 yang itu harus saya perbaiki,” ucap Fajar saat ditemui dalam jumpa pers film Dilan 1991 di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Baca juga: Skenario Dilan 1991 Buat Vanesha Prescilla Menangis

Terkait jumlah penonton, Fajar menyerahkan sepenuhnya kepada penikmat film Tanah Air. Terpenting, kata Fajar, semua pemain dan tim produksi bekerja semaksimal mungkin dalam proses produksi film ini.

“Jadi buat sebagus-bagusnya, jangan ada niat bohongin orang, ngecewain orang, karena kan orang datang ke bioskop dengan usahanya, waktunya, dengan uang yang dia (penonton) kumpulin,” ucap Fajar.

Fajar menambahka,n bahwa dalam sekuel lanjutan ini formasi para pemain yang memerankan masing-masing karakter tak akan jauh berbeda.

“Selama ada di buku (novel) akan dimunculin semua (tokoh),” ungkap Fajar.

Agar tak ada kesenjangan cerita, Fajar mengakui bahwa ua harus mengebut proses produksi film ini. Hal itu, kata Fajar untuk memenuhi kebutuhan produksi.

“Kalau sudah baca bukunya (novel) pasti tahu, semua orang pasti akan melakukan itu. Kedua, Iqbaal (Ramadhan) dan Vanesha (Prescilla) cepat banget tumbuh kembangnya, kalau kita stop, nanti rasanya, kok Dilan sama Mileanya sudah tua? Padahal ceritanya sama,” ungkap Fajar.

Baca juga: Demi Dilan 1991, Vanesha Prescilla Biasakan dengan Hair Extension



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X