Khusus di Borobudur, Mariah Carey Batal Pakai LED 17 Meter

Kompas.com - 06/11/2018, 21:59 WIB
Suasana penonton konser Mariah Carey di pelataran Candi Borobudur Magelang, Selasa (6/11/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Suasana penonton konser Mariah Carey di pelataran Candi Borobudur Magelang, Selasa (6/11/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Mariah Carey menjanjikan konser yang spektakuler di atas panggung "Himbara Borobudur Symphony" di Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Selasa (6/11/2018) malam.

Sejumlah permintaan khusus dari manajemen diva pop dunia itu kepada penyelenggara harus dipenuhi guna mendukung penampilannya, mulai dari tatanan lampu, panggung sampai sound system.

Namun, ada satu permintaan yang akhirnya dibatalkan, yakni penggunaan LED sepanjang 17 meter untuk latar belakang panggung. Padahal LED serupa hampir selalu ada dan wajib dipenuhi penyelnggara di semua konser-konsernya.

"Jadi mereka minta ada LED 17 meter dipasang untuk latar belakang. Semua konsernya di negara mana pun pasti standarnya begitu. Tapi setelah kami yakinkan bahwa latar panggung adalah Candi Borobudur, akhirnya permintaan itu dibatalkan," jelas Bakkar Wibowo, Creative Director Borobudur Symphony 2018, Selasa (6/11/2018).

Kepada manjemen, termasuk Mariah Carey, Bakkar menjelaskan bahwa Candi Borobudur merupakan mahakarya nenek moyang bangsa Indonesia yang sangat indah. Sehingga amat sayang apabila mandala Buddha itu tertutupi oleh layar.

Baca juga: Dijaga Ketat, Benda-benda Ini Tidak Boleh Dibawa Penonton Konser Mariah Carey

"Akhirnya, LED dipangkas di bagian tengah, hanya dipasang di kanan dan kiri panggung. Latar candi Borobudur ini lah yang membedakan konser Mariah Carey di mana pun ," tutur Bakkar.

Apalagi, cagar budaya yang sudah diakui UNESCO itu ditembak lampu atraktif ribuan watt. Kemudian dipadukan kekuatan sound system 80.000 volt. Kombinasi ini diharapkan akan memberikan pengalaman yang menarik bagi seluruh penonton.

"Seluruh permintaan sejauh ini masih bisa terpenuhi, mereka enggak ribet kok," ujar Bakkar.

Adapun konsep panggung berukuran 18 x 20 meter itu dirancang terbuka (open roof). Kursi penonton baik di kelas super VVIP sampai festival disusun sedemikian rupa sehingga mereka tetap bisa menikmati musik sekaligus kemegahan situs bersejarah Borobudur.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X