Air Mata Ifan Seventeen Tumpah di Samping Jenazah Istrinya

Kompas.com - 25/12/2018, 04:57 WIB
Ifan Seventeen (berbaju hitam), menangis di samping peti jenazah istrinya, Dylan Sahara, dan rekannya drummer Seventeen, Andi, di ruang kargo Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) dini hari. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGIfan Seventeen (berbaju hitam), menangis di samping peti jenazah istrinya, Dylan Sahara, dan rekannya drummer Seventeen, Andi, di ruang kargo Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Air mata Ifan "Seventeen" tak terbendung di samping peti jenazah istrinya, Dylan Sahara, dan drummer Seventeen, Andi, yang disemayamkan sementara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) dini hari.

Ifan yang tiba bersama rombongan dari Serang, Banten, sekitar pukul 00.40 WIB, mulanya terlihat tegar.

Namun, saat teman-temannya sesama musikus di antaranya Anji, Rizal Armada, dan Ade Govinda, mengucapkan belasungkawa, Ifan tak kuasa menahan tangis.

Ia mengusap air matanya dan mencoba menenangkan diri lalu berbincang dengan rekan-rekan itu. Tampak pula Vicky Nitinegoro, Wendy Wilson, Gilang Dirga dan Istri, datang melayat.

Sebagai informasi, jenazah Dylan Sahara akan dimakamkan di Ponorogo, Jawa Timur, hari ini. Sementara Andi rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Yogyakarta.

Kedua jenazah akan diberangkatkan dalam penerbangan pertama sekitar pukul 06.20 WIB.

Dylan dan Andi bersama Bani (bassist Seventeen), Herman (gitaris), dan Road Manager Seventeen Oki Wijaya menjadi korban meninggal dalam bencana tsunami Banten yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Sebelumnya, gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah Selat Sunda, seperti Lampung Anyer, dan Banten. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami.

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Baca juga: Ifan Seventeen Bawa Pulang Jenazah Istrinya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X