Berbahasa Indonesia, Hyoyeon SNSD Doakan Korban Tsunami Selat Sunda

Kompas.com - 26/12/2018, 10:06 WIB
Penyanyi asal Korea Hyoyeon tampil saat acara setahun hitung mundur (countdown) Asian Games 2018 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/8/2017). Ribuan penonton antusias menyaksikan acara yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi asal Korea Hyoyeon tampil saat acara setahun hitung mundur (countdown) Asian Games 2018 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/8/2017). Ribuan penonton antusias menyaksikan acara yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com -- Salah Salah member girlband Girls Generation atau SNSD, Kim Hyoyeon, turut mendoakan masyarakat Indonesia yang sedang ditimpa bencana tsunami. Terutama untuk para korban tsunami Selat Sunda.

Doa dan dukungannya itu ia sampaikan melalui akun Instagram-nya, @watasiwahyo.

"Saya berdoa untuk kebaikan dan pemulihan masyarakat Indonesia, khususnya yang terkena dampak tsunami. #Prayforindonesia," tulisnya dalam bahasa Indonesia seperti dikutip Kompas.com, Rabu (26/12/2018).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

saya berdoa untuk kebaikan dan pemulihan masyarakat Indonesia, khususnya yang terkena dampak tsunami . #Prayforindonesia .

A post shared by hyoyeon kim (@watasiwahyo) on Dec 24, 2018 at 3:54am PST

Sama seperti Yesung "Super Junior", Hyoyeon juga memajang ilustrasi dua telapak tangan dengan gambar hati berwarna merah putih di atasnya. Pada bagian bawah gambar tertulis "Pray for Indonesia".

Sebelumnya, dua member Super Junior lainnya, yakni Siwon dan Eunhyuk menyampaikan keprihatinan dan doa mereka terhadap Indonesia yang ditimpa bencana tsunami.

Belasungkawa juga datang dari gitaris band legendaris Queen, Brian May, yang menyampaikan simpatinya atas bencana tsunami yang melanda wilayah pantai kawasan Selat Sunda, di Anyer, Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam.

Sebelumnya gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan sejumlah kerusakan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami.

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Baca juga: Tsunami Selat Sunda Terjadi, Eunhyuk Super Junior Sampaikan Doa



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X