DreadOut Bikin Caitlin Halderman Lakukan Sendiri Adegan Berbahaya

Kompas.com - 02/01/2019, 13:26 WIB
Aktor peran Caitlin Halderman berpose di sela wawancara promo film DreadOut di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Film yang bergenre horor ini diangkat dari sebuah game buatan developer lokal Indonesia yaitu Digital Hapiness. Film ini akan segera tayang pada 3 Januari 2019 mendatang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIAktor peran Caitlin Halderman berpose di sela wawancara promo film DreadOut di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Film yang bergenre horor ini diangkat dari sebuah game buatan developer lokal Indonesia yaitu Digital Hapiness. Film ini akan segera tayang pada 3 Januari 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Caitlin Halderman dituntut menjalani adegan-adegan berbahaya dalam film horror-action DreadOut.

Caitlin yang berperan sebagai Linda mengatakan, 95 persen adegan action ia jalani sendiri, tanpa stuntman atau pemeran pengganti.

"Linda sama Caitlin beda banget. Aku lebih gampang mengimajinasi sih. Lebih tertantang sih karena action-nya. Karena hampir 95 persen di sini ngelakuin action sendiri," ujar Caitlin saat berbincang di ruang redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Caitlin mengakui sebenarnya ada keraguan untuk menjalani adegan berbahaya tanpa pemeran pengganti.

"Awalnya aku bilang bisa enggak sih kalau adegan ini aku pakai stunt, kayak takut gitu, kalau jatuh aku takut gitu," kata dia.

Beruntung berkat adanya dukungan para pemain lain dan tentunya sutradara Kimo Stamboel, Caitlin mencoba melewati batas ketakutannya untuk melakoni adegan action secara langsung.

"Tapi, kalau aku benar-benar enggak bisa, ya enggak masalah pakai stunt. Cuma lebih baik kalau aku melakukan sendiri aku memberanikan diri," kata dia.

"Memang enggak semua, jadi ada beberapa adegan yang butuh banget stunt, kalau melakukan sendiri ya sendiri," kata dia.

Produser Wida Handoyo membenarkan bahwa Caitlin yang menjadi pemeran utama dalam film ini nyaris melakoni semua adegan action. Namun, untuk adegan-adegan yang terlalu berbahaya, Wida memakluminya.

"Ada adegan yang menurut kami ini sudah harus pakai stunt sih. Nanti kan membahayakan stunt dan pengaruh ke produksi. Sebagian besar memang Caitlin dan cast lain melakukan sendiri," kata Wida.

Film ini mengisahkan bagaimana Linda yang memiliki kekuatan supranatural bisa terjebak di dalam "DreadOut" bersama kakak-kakak kelasnya.

DreadOut menjadi game indie horor yang populer di platform internasional STEAM dan menjadi semakin popular ketika PewDiePie (YouTuber Internasional) memberikan ulasan positif terhadap game ini.

Film ini rencananya akan tayang di bioskop Indonesia pada 3 Januari 2019 besok.

Baca juga: Pohon Pisang Jadi Daya Tarik Film DreadOut



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X