Kimo Stamboel Adaptasi Seluruh Unsur Game DreadOut untuk Filmnya

Kompas.com - 02/01/2019, 16:11 WIB
Sutradara Kimo Stamboel saat wawancara promo film DreadOut di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Film yang bergenre horor ini diangkat dari sebuah game buatan developer lokal Indonesia yaitu Digital Hapiness. Film ini akan segera tayang pada 3 Januari 2019 mendatang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISutradara Kimo Stamboel saat wawancara promo film DreadOut di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Film yang bergenre horor ini diangkat dari sebuah game buatan developer lokal Indonesia yaitu Digital Hapiness. Film ini akan segera tayang pada 3 Januari 2019 mendatang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Kimo Stamboel mengatakan bahwa seluruh unsur dalam film DreadOut adalah hasil daptasi dari game horor dengan judul yang sama.

Setelah diadaptasi, jalan cerita, penokohan, sinematorgrafi, dan lambang-lambang yang ada dalam versi game buatan Rahmat Imron itu pun dapat dinikmati dalam versi layar lebar .

"Semua yang ada dalam film ini berasal dari game hasil gua ngomong sama Imron," ujar Kimo saat berbincang di redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kimo mengatakan, jika ada pengembangan, dia melakukannya untuk melengkapi narasi cerita film DreadOut.

Baca juga: DreadOut Bikin Caitlin Halderman Lakukan Sendiri Adegan Berbahaya

"Kenapa ada kebaya merah (seorang tokoh dalam film)? Menurut dia dari mana? Background dia? Apa? Akhirnya gua harus meng-create ceritanya. Misalnya kenapa ada portal itu? Kan portal bahasa sansekerta. Kami cari Sunda kuno," ucapnya.

Sebagai informasi, dalam versi game-nya ada sebuah portal yang akan membawa manusia ke dalam dimensi lain. Menurut Kimo, ia ingin menarik rasa penasaran penonton agar mencari tahu sendiri tentang apa yang menjadi tanda tanya dalam film ini.

"Semoga penonton akan tanya, kami akan menjawab ini sedikit-sedikit, tapi enggak akan kami jawab semua," ucap dia.

Film ini mengisahkan bagaimana Linda yang memiliki kekuatan supranatural bisa terjebak di dalam "DreadOut" bersama kakak-kakak kelasnya.

DreadOut menjadi game indie horor yang populer di platform internasional STEAM dan menjadi semakin popular ketika PewDiePie (YouTuber Internasional) memberikan ulasan positif terhadap game ini.

Film ini rencananya akan tayang di bioskop Indonesia pada 3 Januari 2019 besok.

Baca juga: Diangkat dari Game Indonesia, Film DreadOut Mulai Tayang Besok



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X