Mengenang Begawan Sastra Amir Hamzah dalam "Nyanyi Sunyi Revolusi"

Kompas.com - 12/01/2019, 20:53 WIB
Tim produksi dan para pemain pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi dalam jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019). Terlihat di antaranya Happy Salma, Lukman Sardi, Prisia Nasution, Ahda Imran, dan Iswadi Pratama. KOMPAS.com/ANDIKA ADITIATim produksi dan para pemain pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi dalam jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019). Terlihat di antaranya Happy Salma, Lukman Sardi, Prisia Nasution, Ahda Imran, dan Iswadi Pratama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama sastrawan Amir Hamzah tentu sudah tak asing lagi, namanya diabadikan dalam banyak hal, mulai dari buku bacaan, taman, tugu, hingga buku-buku berkait sastra dan sejarah.

Amir Hamzah lahir di Langkat, Sumatera Utara, 28 Februari 1911 dan meninggal pada 20 Maret 1946, ketika revolusi sosial yang melanda sebagian Sumatera Utara meletus saat itu.

Amir merupakan sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe sekaligus yang menjadi Pahlawan Nasional. Ia lahir dari keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat.

Sebagai bentuk penghormatan pada jasanya dan mengangkat kembali sastra Indonesia ke dalam seni pertunjukkan, Titimangsa Foundation menggelar sebuah pementasan teater yang mengisahkan kehidupan Amir Hamzah dengan tajuk "Nyanyi Sunyi Revolusi".

Tajuk tersebut pun mengingatkan kita dengan salah satu buku kumpulan puisi Amir Hamzah berjudul "Nyanyi Sunyi" yang terbit pada November 1937.

Baca juga: Teater Koma Gelar Asmara Raja Dewa

"Selama dua setengah tahun saya menggali dan mendalami berbagai karya dan sosok Amir Hamzah, saya rasa tak ada alasan untuk tak mengangkat kisahnya yang ironi ke dalam sebuah pementasan," ucap Happy Salma, selaku produser pementasan dari Titimangsa Foundation saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Dalam pementasan yang akan digelar pada 2-3 Februari mendatang itu, Happy Salma dan tim naskah dibantu banyak oleh buku karya NH Dini yang berjudul Amir Hamzah, Pangeran dari Seberang.

Untuk memperagakan apiknya kisah hidup seorang pejuang dan sastrawan Amir Hamzah, pementasan ini disutradarai oleh Iswandi Pratama yang merupakan sutradara teater yang telah banyak melanglang buana ke berbagai pementasan.

Selain itu, naskah dalam pementasan ini ditulis oleh Ahda Imran, seorang wartawan yang juga pengagum karya-karya Amir Hamzah.

"Bukan perkara mudah merangkum kisah hidup Amir Hamzah dalam naskah dua jam pertunjukkan, tapi kekuatan karya Amir Hamzah semoga bisa menutupi semua itu," ucap Ahda Imran saat ditemui di lokasi yang sama.

Nantinya, nama-nama seperti aktor Lukman Sardi akan berperan sebagai Amir Hamzah, aktris Prisia Nasution sebagai Tengku Tahura (anak Amir Hamzah), Sri Qadaratin sebagai Iliek Sundari (mantan kekasih Amir Hamzah), dan Dessy Susanti sebagai Tengku Kamaliah (istri Amir Hamzah).

Pertunjukkan teater ini sendiri akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Baca juga: Wow... Pertunjukan Teater di Rumah!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X