Figur Penghalang Sekaligus Perekat Hubungan Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier

Kompas.com - 14/01/2019, 20:35 WIB
Artis peran Prilly Latuconsina berpose di sela-sela media visit promo film Matt & Mou di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Senin (14/01/2019). Film arahan sutradara Monty Tiwa tersebut akan tayang pada 24 Januari 2019 mendatang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIArtis peran Prilly Latuconsina berpose di sela-sela media visit promo film Matt & Mou di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Senin (14/01/2019). Film arahan sutradara Monty Tiwa tersebut akan tayang pada 24 Januari 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Marthino Lio menjadi figur penting di antara hubungan Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier dalam film Matt & Mou.

Saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019), Marthino mengaku sebagai penghalang sekaligus perekat jalinan asmara pasangan muda itu.

"Di sini saya berperan sebagai Billy. Perannya Billy ini sebagai salah satu halangan bagi Matt dan Mou ( Maxime dan Prilly)  tapi sekaligus pemicu atau trigger untuk menyadarkan bahwa Matt punya perasaan lebih terhadap Mou dan begitu sebaliknya," ucap Marthino.

Prilly dan Maxime kemudian menimpali bahwa Billy merupakan karakter yang punya andil besar dalam kisah Matt dan Mou.

Baca juga: Karena Mou, Prilly Latuconsina Serba Bergantung pada Maxime Bouttier

"Gara-gara Billy, Matt sama Mou sadar akan perasaannya. Paling penting perannya di film ini ya Billy," kata Prilly.

"Dia plot twist-nya ya," timpal Maxime.

Sementara Marthino mengaku tak bisa berbicara banyak tentang perannya, yang pasti tokoh Billy ini adalah orang yang penuh amarah.

"Tuntutan skenario mintanya sosok Billy ini meledak-ledak. Kalau ngomong dengan lantang, penuh dengan marah. Nah, di sini aku implementasiin Billy sebagai seorang yang tahu itu salah, tapi dia tetap melakukan itu," ucap pemain seri drama Grisse itu.

"Tapi outspoken. Jadi Billy ini lebih yang ke ngomong apa adanya, lebih banyak ke gestur. Kalau ngancem tenang, tapi gitu (menakutkan)," imbuhnya.

Baca juga: Gara-gara The Guys, Marthino Lio Jadi Rene yang Sok Tahu

Film Matt & Mou merupakan arahan sutradara Monty Tiwa yang diadaptasi dari novel dan wattpad berjudul sama karya Wulanfadi.

Kisahnya tentang dua sahabat Matt (Maxime Bouttier) dan Mou (Prilly Latuconsina) yang bersahabat sejak usia tujuh tahun. Sifat mereka saling bertolak belakang, di mana Mou adalah gadis ceria sedangkan Matt dingin dan pendiam.

Mou memiliki sosok yang ia kagumi, yakni Reza (Irsyadillah). Saat mereka semakin dekat, Matt tak setuju. Agar hubungannya dengan Reza tak diganggu, Mou kemudian menjodohkan Matt dengan Retha (Josephine Firmstone).

Namun, tiba-tiba Reza menghilang dan Mou mencurigai Matt menyembunyikan sesuatu darinya.

Film Matt & Mou akan tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 24 Januari 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X