Sandy PAS Band Sebut RUU Permusikan Ada Baik dan Buruknya

Kompas.com - 05/02/2019, 11:09 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain drum PAS Band Agus Teguh Prakosa Andarusman alias Sandy, mengatakan bahwa Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan memiliki kekurangan dan kelebihan.

Sandy ingin para pelaku musik bisa menilai segala sesuatu yang ada di dalam RUU Permusikan secara obyektif.

"Sebenarnya saya enggak pro dan enggak kontra juga. Kenapa enggak pro? karena ada pasal-pasal kontroversial. Enggak kontra karena ada pasal-pasal yang ngurusin hak kami juga para musisi," ungkap Sandy saat ditemui di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Sandy mengaku berkeberatan dengan beberapa pasal dalam draf RUU Permusikan yang dirasa tak berpihak pada musisi, misalnya pasal 5 dan 50.

Baca juga: Marcell Siahaan: RUU Permusikan Tidak Urgen

"Yang paling hakiki adalah Pasal 5, tentang pengebirian proses kreatifnya. Sementara kita tahu seniman, siapapun itu semua kan membuat karya dari apa yang dia lihat, apa yang dia rasa, apa yang dia dengar," ungkap Sandy.

"Kemudian di Pasal 50, kalau melanggar Pasal 5 akan dipenjara, kan tambah enggak jelas," sambungnya.

Perihal uji kompetensi yang ada dalam draf RUU Permusikan, Sandy juga tidak setuju, ia lebih setuju jika berupa sertifikasi.

"Sertifikasi kan sudah berjalan. Banyak orang yang bikin itu, bahwa seorang drummer, ya, harus ada sertifikasi, lu vokalis sertifikasinya juga ada. Bukan kebijakan nasional, tapi kebijakan global," ungkap Sandy.

Baca juga: Glenn Fredly Sebut RUU Permusikan Tetap Perlu Dibahas meski Pro dan Kontra

Kendati demikian, Sandy tetap mengapresiasi draf RUU Permusikan yang masih memikirkan nasib musisi kelak di hari tuanya.

"Musisi, di masa tua itu enggak boleh susah. Makanya lawan pembajakan, lawan holding company besar yang mengkebiri kita, misalnya memberi gaji murah. Dasarnya (tujuan RUU Permusikan) untuk kesejahteraan musisi, saya setuju," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X