6 Hal Menarik dalam Konser Monokrom TULUS

Kompas.com - 07/02/2019, 07:30 WIB
Penyanyi solo Tulus dalam Konser Monokrom di Istora, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPenyanyi solo Tulus dalam Konser Monokrom di Istora, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Konser Monokrom TULUS sukses digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019) malam.

Dalam pertunjukan musik tersebut, Tulus berhasil membius penggemar lewat penampilan memukaunya selama sekitar 2,5 jam dengan membawakan 25 lagu.

Kompas.com pun mencoba merangkum beberapa hal menarik yang tersaji dalam Konser Monokrom TULUS, berikut daftarnya:

1. Konsep panggung

Dalam konser tersebut, Tulus menyajikan konsep panggung yang simpel, intim, namun terkonsep dengan baik.

Meski begitu, panggung dengan empat pilar serta layar memanjang yang memutar rekaman video dengan konsep hitam-putih tetap menimbulkan kesan megah. Wiyoga Nurdiansyah adalah kreator tata panggung yang dipercaya mengatur itu semua.

2. Lagu Minang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya menyanyikan lagu miliknya, Tulus juga membawakan beberapa lagu khas Tanah Minang, Sumatera Barat, sebagai bentuk kecintaan pada kampung halamannya.

Beberapa lagu Minang yang dinyanyikan Tulus adalah "Babendi-bendi", "Mudiak Arau", "Tak Tong Tong", dan "Dindin Badindin".

3. Atraksi visual

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.