Luncurkan Aplikasi Musik, Glenn Fredly Berharap Bisa Sejahterakan Musisi

Kompas.com - 01/03/2019, 10:11 WIB
Glenn Fredly ditemui di gedung pertunjukan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAGlenn Fredly ditemui di gedung pertunjukan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dan pencipta lagu Glenn Fredly (43) meluncurkan aplikasi bernama "MusikBagus". Aplikasi ini dibuat untuk menunjang platform ekosistem musik digital.

Lewat aplikasi ini, Glenn berharap angannya untuk menyejahterakan para musisi bisa terwujud meski tak sepenuhnya.

"Menyejahterakan musisi dan membangun industri yang sehat, ini penting untuk kelangsungan generasi pemusik kita, jadi konsep pembagian hasil itu di balik, tak lagi lebih besar ke label, tapi ke pemilik lagunya," ucap Glenn saat ditemui di gedung pertunjukan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Menurut Glenn, industri musik yang ada selama ini hanya mengutamakan kuantitas, bukan kualitas.

Baca juga: Glenn Fredly Sebut Konferensi Musik Indonesia akan Digelar di Jakarta

Bagi Glen, kualitas industri musik harus diutamakan, karena secara otomatis akan menumbuhkan pelaku musik secara subur dan baik.

"Karena di era digital semua bisa terukur, jadi pemilik lagu itu harus dapat lebih besar (pembagian hasil), kita harus belajar membangun industri yang fair," ungkap pelantun "Januari" ini.

Lantaran hal itu, penyanyi berdarah Ambon, Maluku ini percaya bahwa ke depan industri musik Tanah Air tak hanya memiliki kualitas yang baik, tapi juga mampu mengedukasi masyarakat dalam menghargai karya para musisi.

"Saya yakin industri itu kan harus ada transparansi dan pengelolaan yang baik, ada dukungan, support yang besar gitu. Artinya, mungkin ini hal yang baru, bisa enggak sih dari sebuah karya jadi jaminan gitu, kenapa enggak?" ucap Glenn.

"Mungkin saja gitu dan akhirnya edukasinya ke masyarakat juga berjalan karena dari karya (lagu) kita bisa mengedukasi banyak orang, banyak aspek," sambungnya.

Baca juga: Glenn Fredly Pertanyakan Alasan Pembatasan Lagu Bahasa Inggris oleh KPID Jawa Barat



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X