Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Sandy Tumiwa Bingung Kontrak Kerjanya

Kompas.com - 03/03/2019, 14:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Sandy Tumiwa, Krisna Murti, mengatakan bahwa kliennya bingung karena masih ada beberapa kontrak kerja yang harus dijalaninya.

Sebelumnya diberitakan Sandy yang sudah jadi tersangka kasus kepemilikan narkoba saat ini ditahan di Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

"Kemarin sampai pendampingan memang agak shocked karena ada beberapa kontrak shooting yang sudah ditanda tangani," kata Krisna saat dihubungi, Minggu (3/3/2019).

Beberapa kontrak kerja itu adalah kegiatan shooting film pada April 2019 mendatang. Sandy akan bermain film bergenre horor.

"Sudah ditanda tangan, iya film horor. Dan terus ada beberapa kontrak. Ini bagaimana menghadapi masalah ini gitu," kata dia.

Krisna sudah membicarakan hal tersebut dengan Sandy. Namun, Sandy belum bisa berpikir jernih karena kasus yang menimpanya.

"Semalam kami diskusikan. Cuma saya lihat fisiknya sudah cukup lelah sama pemeriksaan. Lelah saja dari mulai ditangkap kan kurang istirahat dia," kata dia.

Sandy ditangkap bersama dengan manajernya, Mikhael Angelio, di sebuah hotel di Jakarta Selatan pada Jumat (1/3/2019) pukul 02.30 WIB oleh kepolisian Polsek Menteng.

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti sisa sabu seberat 0,24 gram. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap IF dan RM, dua orang penyuplai narkoba yang dikonsumsi Sandy.

Baca juga: Kuasa Hukum Ajukan Permohonan Rehabilitasi untuk Sandy Tumiwa

Sandy rupaya memesan sabu tiap dua hari sekali untuk dikonsumsi dengan harga Rp 800.000 per setengah gram. Ia mengonsumsi sabu selama satu tahun karena awalnya diajak oleh temannya.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 112 Ayat 1 jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Baca juga: Sandy Tumiwa Pamit Temui Ayahnya Sebelum Ditangkap


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.