Surat dari Universitas Harvard Wujudkan Impian Maudy Ayunda

Kompas.com - 04/03/2019, 13:48 WIB
Maudy Ayunda berpose dalam sebuah acara di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanMaudy Ayunda berpose dalam sebuah acara di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran yang juga penyanyi Ayunda Faza Maudya (24) atau Maudy Ayunda mengaku sangat senang saat tahu bahwa ia diterima di perguruan tinggi impiannya, Universitas Harvard.

Rasa bahagianya itu Maudy ungkapkan melalui akun Instagram miliknya. 

"Beberapa hari yang lalu, saya menerima penerimaan saya di Universitas Harvard untuk Magister Pendidikan," tulis Maudy dalam kolom keterangan, seperti dikutip Kompas.com, Senin (4/3/2019).

Pelantun "Untuk Apa" itu juga mengunggah fotonya berpose di depan patung John Harvard dan foto surat penerimaannya. 

Maudy menceritakan bahwa dua tahun lalu, ia hanya berkunjung sebagai turis sembari bermimpi bisa melanjutkan studinya di Universitas Harvard.

"Rasanya nyata, dan saya dibawa kembali ke momen dua tahun yang lalu, ketika saya berjalan menaiki tangga yang terkena hujan, menuju patung John Harvard," tulis Maudy.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

A few days ago, I received my acceptance to Harvard University for a Masters in Education. I was so happy a short caption would not do it justice. It felt surreal, and I was brought back to a moment two years ago, when I walked the rain-splattered steps towards John Harvard’s statue. Tourists and visitors had to line up to capture their moment alongside the statue, and while waiting for my turn - I looked around at the surrounding establishment, enraptured by the intimidating aura that was Harvard. Even in the humidity and rain, I was drawn to its red bricks and the promise of learning it had to offer. I am now engulfed in a multitude of emotions. Excitement, certainly. Gratitude, definitely. But most importantly, I am reminded once again that dreams, when broken down into concrete goals, become achievable plans. And that hard work and commitment to a vision, will reap results. See next post. ??

A post shared by Maudy Ayunda (@maudyayunda) on Mar 3, 2019 at 7:02pm PST

Baca juga: Maudy Ayunda Persiapkan Materi untuk Album Keempat

 

"Turis dan pengunjung harus berbaris untuk mengabadikan momen mereka bersama patung itu," tambahnya.

Maudy juga teringat dulu dia sangat terkesan dengan bangunan universitas yang berlokasi di Massachusetts, AS, itu.

"Sambil menunggu giliran (foto), saya melihat sekeliling, bangunan di sekitarnya, terpesona oleh aura menakutkan yang berasal dari Harvard. Bahkan dalam kelembaban dan hujan, saya tertarik pada batu bata merahnya dan janji untuk belajar yang ditawarkannya," tulis Maudy.

Kini ia secara resmi diterima untuk menimba ilmu di sana. Membuat pemain film Perahu Kertas itu begitu gembira.

"Saya sekarang dilanda banyak emosi. Kegembiraan, tentu saja. Terima kasih, tentu saja," tulis Maudy.

"Tetapi yang paling penting, saya diingatkan sekali lagi bahwa mimpi, ketika diubah menjadi tujuan konkret, akan menjadi rencana yang dapat dicapai. Dan kerja keras serta komitmen terhadap suatu visi, akan menuai hasil," tambahnya. 


Sebelumnya, Maudy telah menyelesaikan studi S1-nya dengan jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics) di Universitas Oxford, Inggris, pada September 2013 lalu.

Baca juga: Cerita Maudy Ayunda, Tertarik Isu Pendidikan dan Sosial Sejak Kecil

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X