Mencari Ruang Ketiga Perempuan

Kompas.com - 11/03/2019, 17:44 WIB
Self Portrait (Triptych), 90 x 60 cm x 3,  C-print, 2016.
Melati SuryodarmoSelf Portrait (Triptych), 90 x 60 cm x 3, C-print, 2016.

Arahmaiani, sebagai orang Jawa-Sunda yang Muslim, mengeksplorasi proyek seninya dengan lukisan-lukisan, obyek, instalasi dan performans dengan teks-teks Arab-Melayu (Jawi atau Pegon).

Upaya mentransformasi kegelisahan dan pencarian tak henti akan akar kultural leluhurnya sekaligus energi spiritual membawa bahasa lokal yang mewarisi ratusan tahun perjumpaan budaya Muslim di Tanah Air dan kepercayaan Budhis di Tibet.

Ella Wijt melihat “Bumi dan Dunia” dalam imaji personalnya. Ia menafsirkan ulang tentang cerita mistis setempat, lokasi di mana ia tinggal dan berkarya tentang legenda perempuan menangis dan ular yang dikaitkan dengan mitologi Yahudi.

Kisah ini yang pada akhirnya mengubah cara ia memahami objek, alam, dan keyakinan-keyakinan tertentu dengan lukisan-lukisannya.

Ines Katamso, yang menyajikan kanvasnya dengan bentuk-bentuk geometris, garis, dan pola-pola organik adalah manifestasi refleksi diri bahwa ia mencoba memahami makna kerapuhan.

Manusia, katanya mengalami momen-momen keterpisahan antara dunia dan realitas yang acap kali membuat gamang memahami visi kita masing-masing dalam kehidupan.

Inge Rijanto dengan karya tiga dimensinya memanggungkan figur-figur manusia. Ia menelaah gestur-gestur orang-orang biasa dalam keseharian, yang memperkaya batinnya tentang ekspresi, tubuh-tubuh survival yang mewakili dunia riil. Itu semua, dapat kita lihat dan rasakan dalam karya-karyanya.

Lindy Lee, seorang seniman Australia membawa kultur leluhurnya dengan filosofi Taoism dan Ch’an (Zen) Buddhism melalui meditasi, yang menghubungkan manusia dan semesta.

Lee menerjemahkan simbol-simbol secara intim, memeriksa ulang, tentang teknik wax splatters dan ink spills warisan lukisan China, yang dikembangkan dalam bentuk skulptural bermateri cetak bronze.

Ia menguji konsep kekuatan atas kehadiran, tentang makna keabadian untuk saat ini, yang dipercayai sebagai keyakinan teguh Budhism.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X