30 Finalis Triennial Seni Grafis Indonesia VI-2018 Telah Terpilih

Kompas.com - 26/03/2019, 18:52 WIB
Triennial Seni Grafis Indonesia VI-2018 Dok Bentara BudayaTriennial Seni Grafis Indonesia VI-2018
Penulis Ati Kamil
|
Editor Ati Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tiga puluh karya seni grafis masuk ke babak final Triennial Seni Grafis Indonesia VI-2018.

Para finalis kompetisi internasional tiga tahun sekali yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya itu kali ini berasal dari 12 negara, termasuk Indonesia.

Selain dari Indonesia, ada finalis-finalis dari Polandia, Thailand, Korea Selatan, AS, Nepal, China, Peru, Perancis, Bulgaria, Italia, dan Australia.

Semua karya sudah harus diterima di Bentara Budaya Jakarta pada September-10 Desember 2018 untuk mengikuti Triennial Seni Grafis Indonesia VI-2018.

Mulai 13 Desember 2018 dilakukan penilaian dan pemilihan terhadap 307 karya seni grafis yang diterima dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kemudian, dalam penjurian tahap kedua, yang dilakukan pada 11 Maret 2019, terpilih 30 karya sebagai finalis.

Baca juga: Agenda Seminggu Bentara Budaya: Nikmati Puisi, Musik, dan Kartun

Dewan Juri Triennial Seni Grafis Indonesia VI-2018 dipimpin oleh Ipong Purnama Sidhi (kurator Bentara Budaya dan perupa).

Dewan juri itu beranggota Dwi Marianto (penulis, perupa, dan dosen), Edi Sunaryo (dosen dan perupa), Devy Ferdianto (seniman grafis dan Kepala Divisi Seni Cetak di Ganara Art Centre), Theresia Agustina Sitompul (dosen, perupa dan Penggiat Studio Grafis Minggiran, Yogyakarta).

Tiga puluh finalis itu akan mengikuti penjurian tahap ketiga atau tahap terakhir.

Baca juga: Bentara Budaya: Di Jakarta Film Benyamin S, di Bali Film Anti Korupsi

Acara pengumuman para pemenang kompetisi tersebut akan diadakan pada 25 April 2019 di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X