Agenda Seminggu Bentara Budaya: Nikmati Puisi, Musik, dan Kartun

Kompas.com - 24/03/2019, 17:51 WIB
Acara Jazz Mben Senen diadakan di Bentara Budaya Yogyakarta setiap Senin.Dok Bentara Budaya Yogyakarta Acara Jazz Mben Senen diadakan di Bentara Budaya Yogyakarta setiap Senin.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Maret 2019 akan segera berakhir, tetapi masih ada acara-acara di Bentara Budaya Jakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, dan Bentara Budaya Bali yang bisa Anda nikmati. Inilah acara-acara itu:

Bentara Budaya Jakarta

Sajak Selasa
Selasa, 26 Maret 2019 mulai pukul 19.00 WIB

Sajak Selasa, yang merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya, akan hadir lagi.

Program yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda ini menyuguhkan pertunjukan lintas bidang seni, antara puisi dengan musik, rupa, fotografi, multimedia, dan seni-seni tradisi, antara lain tari dan karawitan.

Program ini terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karya sendiri.

Sajak Selasa diharapkan bisa menjadi ajang bagi para pencinta puisi dari berbagai latar peminatan, profesi, dan generasi.

Untuk mengisi program ini, para calon penampil bisa lebih dulu menghubungi bentarabudaya@gmail.com atau hadir langsung sebelum program ini dimulai.

Baca juga: Agenda Seminggu Bentara Budaya: Dari Garin Nugroho hingga Mendiang Benyamin Sueb

Bentara Budaya Yogyakarta

Jazz Mben Senen
Senin, 25 Maret 2019, pukul 20.00-24.00 WIB

Jazz Mben Senen di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), sebagai acara terbuka bagi siapa saja yang ingin berekspresi di jalur musik, Senin (25/3/2019) malam akan diisi oleh para anggota Komunitas Jazz Jogja.

Sejak 2009, Jazz Mben Senen memang berjalan atas kerja bareng Komunitas Jazz Jogja dengan BBY.

"Kalau tidak ada yang mendaftar secara khusus melalui e-mail atau Instagram Jazz Mben Senen, mereka yang datang dan ingin tampil bisa tampil, bisa nge-jam, spontan," kata Praswa Jati, yang mengurus Jazz Mben Senen dari Komunitas Jazz Jogja, ketika dihubungi per telepon oleh Kompas.com, Minggu (24/3/2019) sore.

Baca juga: Tabib hingga Pendongeng Akan Beraksi dalam Rap Nusantara di BBJ

"Bebas, dari yang skill-nya biasa sampai yang sudah andal, dari yang lokal sampai yang internasional," sambung Pras, yang juga manajer Everyday, band indie Yogyakarta.

"Kalau ada penyanyi atau pemusik luar negeri sedang main dalam acara lain di Yogyakarta dan bisa mampir ke Jazz Mben Senen, ya mereka tampil," lanjutnya.

"Pokoknya, yang berani, sopan, dan bertanggung jawab, bisa menjaga kata-kata contohnya, bisa tampil,"  katanya pula.

Pras juga mengatakan bahwa sedikitnya 50 orang datang ke Jazz Mben Senen tiap Senin.

"Itu sudah termasuk yang tampil, lima sampai10 orang," ujarnya.

"Dari pukul delapan sampai pukul 12 malam," imbuhnya.

Jazz Mben Senen merupakan pertemuan antara mereka yang berkecimpung di dunia musik, dari berbagai jenis musik, tingkat kemampuan bermain musik, dan latar belakang budaya.

Baca juga: Bentara Budaya: Di Jakarta Film Benyamin S, di Bali Film Anti Korupsi

Bentara Budaya Bali

Kartun Ber(b)isik
Pembukaan: Jumat, 29 Maret 2019, pukul 18.30 WITA
Pameran     : 30 Maret-9 April 2019, pukul 10.00-18.00 WITA

Enam kartunis, yaitu Beng Rahadian, Didie SW, Ika W Burhan, Mice Cartoon, Rahardi Handining, dan Thomdean memamerkan karya terbaru mereka dalam Kartun Ber(b)isik.

Pameran tersebut selain untuk memperlihatkan karya para kartunis itu sebagai karya seni kepada publik, juga untuk mengingatkan publik akan tradisi kritik dalam kartun.

Dengan gaya masing-masing, para kartunis tersebut bermaksud mengangkat masalah aktual di Indonesia melalui karya mereka, yang berupa humor sekaligus kritik.

Mereka juga berusaha menyajikan karya sesuai dengan semangat "zaman now", mengingat mereka pun ingin mengajak generasi milenial untuk menyampaikan kritik secara santun sebagai warga yang beradab.

Baca juga: Gila Lu Ndro! Sajikan Komedi Satir dan Kritik Sosial

Mereka ingin pula mengajak publik mengingat bahwa kemajuan bangsa memiliki dampak positif-negatif dan menyikapi semua itu secara bijak.

Pameran Kartun Ber(b)isik menyiratkan bahwa proses cipta kartun memerlukan kreativitas dan intensitas pencapaian yang tinggi, mengingat penyampaian dalam bahasa kartun bukan perkara yang mudah.

Terkait pameran itu, di Bentara Budaya Bali akan ada pula loka karya karikatur untuk generasi muda bersama kartunis I Wayan Nuriarta, S.Pd.,M.Sn. dalam program Kelas Kreatif.  

Pameran Kartun Ber(b)isik sudah diadakan di Bentara Budaya Jakarta pada 3-13 Oktober 2018.


PenulisAti Kamil
EditorAti Kamil

Close Ads X