Kuasa Hukum Steve Emmanuel Pertanyakan Hasil Tes Urine yang Begitu Lama

Kompas.com - 28/03/2019, 20:10 WIB
(dari kiri) Tim Kuasa hukum Steve Emmanuel, Wilsye Damanik (belakang), Jaswin Damanik, dan Agung Sihombing usai sidang lanjutan dugaan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA(dari kiri) Tim Kuasa hukum Steve Emmanuel, Wilsye Damanik (belakang), Jaswin Damanik, dan Agung Sihombing usai sidang lanjutan dugaan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Kamis (28/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum artis peran Steve Emmanuel, Jaswin Damanik mempertanyakan hasil tes urine kliennya yang dijadikan salah satu bukti dalam persidangan dugaan kasus narkoba yang menjerat Steve.

Pertanyaan itu tercantum dalam materi eksepsi atau nota keberatan, yang menjadi agenda sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Kamis (28/3/2019).

Menurut Jaswin, bukti yang ada dalam materi dakwaan jaksa penuntut umum patut dipertanyakan karena ketelitiannya tak begitu jelas.

"Tidak jelas (materi dakwaan) kan seharusnya ada peristiwa kan misalnya 'pasal 1 ayat 3 ayat 2 KUHP itu harus jelas'. Sehingga (dakwaan) terlihat tidak memenuhi syarat-syarat itu (Ketentuan hukum)," kata Jaswin di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Slipi, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Tim Kuasa Hukum Sebut Ada Kejanggalan dalam Dakwaan terhadap Steve Emmanuel

"Apalagi dengan masalah barang bukti, tentang hasil lab (tes urine) atas penggunaan narkoba juga jauh sekali jaraknya, hingga 3 bulan (baru keluar)," ucap Jaswin.

Jaswin berargumen, hasil tes urine yang terlalu lama itu telah berbenturan dengan aturan yang ada dari lembaga berkait, yakni peraturan Kementerian Kesehatan.

"Ada program Kementerian Kesehatan itu (tes urine) harus dalam waktu 3x24 jam harus sudah dimasukkan ke dalam lab. Nah itu (saat tes lab) sudah lewat 13 hari. Udah melewati waktu yang ditentukan oleh peraturan Menteri Kesehatan," tuturnya.

Selain itu, Jaswin juga merasa keberatan dengan tak adanya berita acara yang mendampingi bukti tersebut dalam materi dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum.

"Nah kemudian saya juga perlu sampaikan dalam hal ini bahwa berita acara tes urin pun tidak ada, padahal jelas sudah positif. Nah ini lah yang ditunjukkan ini bukan barang bukti ini tes urin. Hanya alat untuk tes urinnya ini," ucap Jaswin.

Baca juga: Salah Urat, Steve Emmanuel Pakai Koyo ke Persidangan

"Nah itu, tapi enggak ada berita acara sampai sekarang. Sehingga karena ketidakcermatan JPU itu, dakwaan harus batal demi hukum," sambungnya.

Berdasarkan temuan-temuan itu pula, Jaswin mengajukan nota keberatan kepada majelis hakim.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X