80 Tahun Oei Hong Djien (OHD) Dirayakan dengan Pameran Seni Rupa

Kompas.com - 05/04/2019, 16:02 WIB
Pameran Seni Rupa Tribute to OHD di Bentara Budaya Yogyakarta, 5-13 April 2019. Dok Bentara Budaya YogyakartaPameran Seni Rupa Tribute to OHD di Bentara Budaya Yogyakarta, 5-13 April 2019.
Penulis Ati Kamil
|
Editor Ati Kamil

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pada 5 April 2019, Jumat ini, dr Oei Hong Djien (OHD) berulang tahun ke-80.

OHD berkontribusi dalam dunia seni rupa di Indonesia sebagai kolektor, penikmat seni rupa, dan pembuka pameran seni rupa di negeri ini, khususnya Yogyakarta.

Ulang tahun OHD kali ini dirayakan di Bentara Budaya Yogyakarta melalui Pameran Seni Rupa Tribute to OHD.

Pameran tersebut dibuka pada Jumat ini pukul 16.00 WIB dan berlangsung pada 5-13 April 2019 pukul 09.00-21.00 WIB.

Baca juga: We Ar(t)e Here, Pameran Lukisan di Tembi
 
Pameran Seni Rupa Tribute to OHD diikuti oleh 20 perupa, yaitu Ajang Pratiwi, Anis Kurniasih, Anjani Citra A, Aurora Santika, Deidra Massayu, Dhia Sasih Upi, Diana Puspita Putri, Dini Nur Aghnia, Elisa Faustina, Hanggita Dewi, Harindarvati, Ipeh Nur, Meliantha Muliawan, Melwan Desyka, Mutiara Riswari, Novella Havidzoh, Rara Kuastra, Reza Pratisca Hasibuan, Triana Nurmaria, dan Rika Ayu.

Masing-masing memamerkan satu karya berukuran 80 cm x 100 cm berupa lukisan, patung, grafis, obyek-instalasi, dan fotografi.

Baca juga: Pameran Lukis Cat Air di Bentara Budaya Solo

Pameran itu disajikan sebagai pergelaran artistik yang memungkinkan daya cipta perupa, riwayat OHD, dan apresiasi mereka yang menonton termediasi secara intens dalam sebuah ruang dan waktu komunikasi intrapersonal.

Oleh karena itu, pameran tersebut ditujukan untuk mempresentasi dua hal.

Baca juga: Bisma SM*SH: Saya Ingin Punya Pameran Lukisan Sendiri

Pertama, "cara pemahaman" (mode of comprehension) perupa, yaitu ikhtiar kreatif perupa dalam menerjemahkan tajuk pameran tersebut dalam bahasa visual seturut kadar dan kecenderungan artistiknya.

Kedua, "cara perhubungan" (mode of communication), yaitu sarana bagi perupa untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan tanggapannya mengenai OHD.

Ketiga, "cara penciptaan“ (mode of creation), yaitu penciptaan kembali riwayat OHD sesuai dengan pengetahuan dan daya imajinasi perupa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X