Ebiet G Ade Akui Sulit Berkolaborasi dengan Penyanyi Lain

Kompas.com - 07/04/2019, 10:33 WIB
Ebiet G Ade berpose saat merilis ulang lagu Untuk Kita Renungkan di Arjuna Cafe & Photo Studio, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanEbiet G Ade berpose saat merilis ulang lagu Untuk Kita Renungkan di Arjuna Cafe & Photo Studio, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi senior Ebiet G Ade sangat jarang berkolaborasi dengan musisi lain sepanjang 40 tahun berkarier di industri musik.

Ayah penyanyi Aderaprabu Lantip Trengginas alias Adera ini mengungkapkan alasannya.

"Saya orang yang sulit diajak bekerja sama. Mungkin karena karakter saya yang kuat," ujar Ebiet di Arjuna Cafè & Photo Studio, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ada beberapa penyanyi yang ingin mengajaknya berduet, namun Ebiet termasuk orang yang enggan mengikuti kemauan orang lain untuk mengatur lagu yang dibawakannya.

Menurut Ebiet, penyanyi tersebut yang harus mengikuti kemauannya.

Hal yang sama berlaku ketika Ebiet berkolaborasi dengan anaknya, Adera, untuk perilisan ulang lagu " Untuk Kita Renungkan", yang dicipta dan dipopulerkan Ebiet.

Perbedaannya, Ebiet menyerahkan proses aransemen musik kepada Adera dengan warna musik masa kini yang lebih ngepop.

"Memang saya yang coba mengikuti Adera, makanya dia yang take vokal pertama, kemudian saya mengikuti," kata Ebiet.

Lagu "Untuk Kita Renungkan" diciptakan Ebiet pada 1982. Saat itu, Ebiet membuatnya setelah terjadi bencana meletusnya Gunung Galunggung.

"Kolaborasi saya dengan Adera adalah kolaborasi yang humanis. Ayah ajak anak menyanyi atau anak ajak ayah bernyanyi. Ini lagu saya yang mengajak kebaikan," ujar Ebiet.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X