Maudy Koesnaedi: Saya Enggak Sanggup Ikut Sistem Sinetron Kejar Tayang

Kompas.com - 09/04/2019, 07:35 WIB
Artis peran Maudy Koesnaedi dalam gala premiere film Ave Maryam di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Maudy Koesnaedi dalam gala premiere film Ave Maryam di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Maudy Koesnaedi (43) punya alasan tersendiri begitu selektif menerima tawaran berakting.

"Karena memang kadang-kadang jadwalnya enggak sesuai," kata Maudy saat ditemui di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Maudy memaparkan bahwa sebagai artis peran, dia telah melewati beberapa fase, mulai dari sinetron, FTV, hingga layar lebar. Hanya saja Maudy memang tak bisa lagi membintangi sinetron kejar tayang.

"Kalau sinetron jelas, bukannya enggak ada tawaran, tapi saya-nya sendiri enggak sanggup untuk ngikutin sistem kerja yang kemarin-kemarin tuh kejar tayang. Saya takut mengganggu tim produksi lain," ungkap Maudy.

Baca juga: Zaenab Kuras Emosi dan Bikin Maudy Koesnaedi Gelisah

"Kalau saya enggak kuat, saya enggak bisa stand by 24 jam di lokasi shooting atau pulang subuh, takutnya mengganggu produksi. Jadi enggak ikutan lagi kalau sinetron," imbuhnya.

Namun, Maudy mengatakan bahwa dia tak akan pernah meninggalkan dunia seni peran.

"Buat saya itu juga makanan jiwa. Menyaksikan, menonton, sama main, atau berproduksi juga," jelasnya.

Tak jarang Maudy menerima tawaran bermain atau memproduksi teater demi tetap berkarya.

"Terus kalau teater, seni pertunjukan tuh itu memang passion-nya ya memang senang di seni pertunjukkan. Entah di atas panggung sebagai pemain, entah itu sebagai produser di belakang panggung," kata Maudy.

"Saya merasakan kepuasannya sendiri gitu kalau bisa berkarya di seni panggung, pertunjukkan teater-lah, puisi, atau tarian, apapunlah," ucapnya lagi.

Baca juga: Sulitnya Maudy Koesnaedi Belajar Jadi Biarawati dalam Film Ave Maryam



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X