Polisi Pertimbangkan Keluarkan Surat Penangkapan terhadap Seungri

Kompas.com - 27/04/2019, 09:50 WIB

KOMPAS.com - Kepolisian Metropolitan Seoul telah mengonfirmasi pada Rabu (24/4/2019) bahwa Seungri, mantan member boyband K-pop BIGBANG, mengatur layanan prostitusi untuk investor Jepang pada Desember 2015, setelah mitra bisnisnya dan para PSK yang terlibat mengakui tuduhan itu.

Saat ini, polisi yang juga sudah memeriksa rekening bank dan rekaman telepon dari nomor-nomor telepon yang terlibat, sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Seungri.

Polisi mengatakan mereka telah memanggil dan memeriksa 17 perempuan, termasuk para lady escort dan calo, yang terlibat dalam dugaan layanan prostitusi. Menurut pihak kepolisian, sebagian besar dari mereka mengakui tuduhan itu.

Telah diduga bahwa Seungri mengadakan pesta Natal pada 2015 untuk calon investor dari Jepang dan mengatur layanan prostitusi bagi mereka.

Polisi telah menyelidiki tuduhan tersebut berdasarkan catatan percakapan pesan ponsel antara Seungri dan mitra bisnisnya serta mantan CEO Yuri Holdings Yu In-seok.

Baca juga: Rekan Bisnis Seungri Akui Ada Mediasi Prostitusi pada 2015

Mereka mengkonfirmasi Yu menghubungi PSK dan mengirim uang ke calo. Dalam proses interogasi, dia juga mengaku menawarkan layanan lady escort. Setelah itu, pengusaha dari Jepang tersebut akhirnya berinvestasi dalam bisnis Seungri.

Dikonfirmasikan pula bahwa Seungri membayar 30 juta won atau Rp 367 juta untuk biaya hotel para investor Jepang itu ketika mereka mengunjungi Korea Selatan. KEtika itu, Seungri disebut menggunakan kartu kredit perusahaan YG Entertainment.

Namun, Seungri mengaku bahwa tindakannya itu hanya sebagai bentuk balasan keramahan yang diterimanya saat mengunjungi Jepang. Dia mengaku tidak terlibat dalam layanan prostitusi.

Seungri menghadapi tuduhan lain bahwa ia menawarkan layanan serupa selama pesta ulang tahunnya yang mewah di Filipina pada 2017 lalu.

Disebutkan, dia membayar sekitar 15 juta won atau Rp 183 juta kepada seorang perempuan yang menemani selusin lady escort ke pesta. Meski Seungri mengklaim uang itu untuk biaya perjalanan mereka, polisi mencurigai dana tersebut untuk membayar jasa layanan prostitusi mereka.

Beberapa perempuan mengaku berhubungan seks dengan peserta pesta, namun mengaku tidak menerima uang.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Seungri Terungkap, Ada Penggunaan Happy Balloons

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.