Ayo Datang ke Pameran 30 Finalis Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya

Kompas.com - 29/04/2019, 16:30 WIB
Para pemenang kompetisi seni grafis cetak internasional Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya telah diumumkan pada Rabu (24/4/2019) di Bentara Budaya Jakarta. Dok Bentara BudayaPara pemenang kompetisi seni grafis cetak internasional Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya telah diumumkan pada Rabu (24/4/2019) di Bentara Budaya Jakarta.
Penulis Ati Kamil
|
Editor Ati Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tiga puluh karya grafis dari 30 seniman grafis cetak asal 12 negara, termasuk Indonesia, dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan No 17, Jakarta Pusat, pada 25 April-5 Mei 2019, pukul 10.00-18.00 WIB, kecuali hari libur nasional.

Pameran tersebut diadakan untuk umum secara gratis.

Tiga puluh karya itu, dari Polandia, Thailand, Korea Selatan, AS, Nepal, China, Peru, Perancis, Bulgaria, Italia, Australia, dan Indonesia,  merupakan para finalis dari kompetisi internasional seni grafis cetak bernama Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya.  

Baca juga: Nantikan Pengumuman Pemenang Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya

Tiga dari 30 finalis itu sudah diumumkan sebagai para pemenang kompetisi tersebut di Bentara Budaya Jakarta pada Rabu minggu lalu (24/4/2019).

Para juara kompetisi itu: 1. Gaze Toward The Light 2, karya Hui Zhang dari China; 2. Depressed, karya Nuttakan Vajasut dari Thailand; 3. Supernumerary, karya Chalita Tantiwitkosol dari Thailand.

Selain itu, terpilih empat peraih penghargaan khusus dari dewan juri.

Mereka adalah Ratana Suradjit dari Thailand dengan karya The Way of Harvester No 01; Praween Piangchoompu dari Thailand dengan Middle of Nowhere; Seema Sharma dari Nepal dengan Four Faces of Pashupatinath; dan Gunawan Bonaventura dari Indonesia dengan Keep Smile.

Jumlah peserta secara keseluruhan dalam Triennial Seni Grafis VI Bentara Budaya adalah 317 karya dari 166 pegrafis asal 26 negara.

Negara-negara itu adalah AS, Argentina, Australia, Bangladesh, Bosnia, Brazil, Bulgaria, China, Filipina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kanada, Kolombia, Korea Selatan, Kroasia, Mesir, Moldova, Nepal, Polandia, Prancis, Serbia, Singapura, Thailand, dan Turki.

Baca juga: 30 Finalis Triennial Seni Grafis Indonesia VI-2018 Telah Terpilih

Dewan Juri Triennial Seni Grafis Indonesia VI Bentara Budaya dipimpin oleh Ipong Purnama Sidhi (kurator Bentara Budaya dan perupa).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X